Antisipasi banjir Lebih besar, BPBD Ngawi Terus Pantau Cuaca

JawaPosRadarMadiun.com - Banjir yang melanda Kabupaten Ngawi membuat aparat  pemerintah daerah setempat siaga. Personil tanggap darurat dan SAR disiagakan untuk mengantipasi kejadian terburuk. 

Sementara itu hasil pendataan BPBD Ngawi, total 18 desa di empat kecamatan terendam banjir. Diduga meluapnya DAS Kali Madiun di wilayah Ngawi itu disebabkan curah hujan tinggi di kawasan hulu, yakni di wilayah Ponorogo dan Kabupaten Madiun. 

‘’Intensitas hujan meningkat tiba-tiba sejak sore kemarin (lusa, Red) itu pemicunya, dan merata hujannya,’’ ujar Rushartono, Sekretaris BPBD Ngawi. 

Dia menuturkan, wilayah-wilayah yang terendam banjir tersebut merupakan jalur lintasan DAS Kali Madiun. Ditambah aliran air dari wilayah hulu Ponorogo membuat sungai meluap ke daerah sekitarnya. 

Banjir pun terjadi sejak kemarin pagi, dan terus meningkat sampai sekitar pukul 12.00. Petugas BPBD sudah terjun bersama pihak kepolisian dan TNI ke lokasi banjir masih menyisir jumlah warga yang perlu diungsikan karena musibah tersebut. 

‘’Kami sudah terjunkan tim untuk mendata jumlah jiwa terdampak dan luas terendam banjir,’’ tuturnya. 

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar