Tunggakan Rp 2,9 M, Distribusi Beras Raskin di Stop
BERITA TERKAIT

JawaPosRadarMadiun.com - Permasalahan beras rumah tangga miskin (raskin) kembali mencuat di Kabupaten Ngawi. Bukan masalah keterlambatan distribusi atau kualitas beras raskin, tapi terkait pembayaran. 

Tingkat kesadaran pemerintah desa (pemdes) dalam membayar raskin masih rendah. Sehingga Ngawi memiliki rapor merah. Bagian Administrasi Keuangan mencatat tunggakan yang belum terbayar ke Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) sebesar Rp 2,9 miliar. 

‘’Sudah kami ingatkan, tapi masih saja terulang lagi,’’ ujar Kabag administrasi Keuangan Aries Dewanto.

Utang yang belum dibayarkan itu merupakan tunggakan sejak April hingga September 2016. Dari sekian banyak desa di Ngawi, Desa Babadan Kecamatan Ngrambe jadi penunggak terparah yang belum melunasi utangnya. 

Bukan karena besarnya nominal utang, tapi lamanya Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RT-SPM) tak bisa menikmati raskin. Warga tak lagi menerima jatah raskin selama empat bulan sejak Juni hingga September. 

Karena distribusi raskin dihentikan Bulog sampai utang itu terlunaskan. Meskipun nilai utang hanya Rp 7,6 juta. 

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar