Pemborong Haram Setor Fee Proyek

JawaPosRadarMadiun.com – Tak ingin jatuh ke lubang yang sama, penyedia jasa konstruksi di Kota Madiun, Kamis (5/1) lalu sengaja dikumpulkan Wawali Sugeng Rismiyanto (SR) dan Sekda Maidi di Balai Kota. 

Kedua orang penting di lingkup Pemkot Madiun itu emoh jika pembangunan di tahun 2017 bermasalah. 

‘’Kami hanya diminta bekerja secara profesional,’’ ujar Sutomo, Ketua Gapensi Kota Madiun, Sabtu (7/1).

Tak bisa dibantah, para penyedia jasa juga dibuat sibuk pada Desember 2016. Itu setelah mereka secara maraton dipanggil Komisi Pemberantasan Koropsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan di Bhara Makota, Mapolres Madiun Kota. 

Mereka diperiksa terkait dugaan gratifikasi berupa setoran fee proyek, termasuk kegagalan pembangunan gedung anyar DPRD Kota Madiun di Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman. 

‘’Cuma disuruh hati-hati dalam pengerjaan. Intinya menekankan sikap profesional. Jangan sampai berurusan dengan masalah hukum,’’ ujar Sutomo.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar