Alasan Suparno Nekat  Gantung Diri di Pohon Asem

PONOROGO  – Awalnya tidak ada yang aneh dalam keseharian Suparno. Warga Desa Ngampel, Kecamatan Balong itu seperti biasa pamit pada istrinya Inkanah untuk Salat Subuh berjamaah di masjid sekitar pukul 04.15 hari Kamis (13/4) kemarin. 

Namun, perempuan 48 tahun itu melihat ada gelagat yang tak biasanya. Sebab, biasanya laki-laki 52 tahun itu wudu di rumah. Namun kali ini tidak. Itu yang membuat Inkanah semakin curiga dan tak merasa tak enak hati. 

Karena tidak mendengar suara suaminya berwudu, Inkanah lantas keluar rumah untuk mencari Suparno. Ternyata, suaminya sudah tergantung di pohon asem di sebelah timur rumah mereka. Melihat pemandangan itu, Inkanah langsung teriak minta tolong.

‘’Warga sekitar yang mendengar teriakan itu langsung berdatangan,’’ kata Kasubbag Humas Polres Ponorogo AKP Sudarmanto.

Tragedi subuh itu kontan membuat warga desa setempat heboh. Mereka berupaya menurunkan Suparno dari tali gantungan. Sayangnya, nyawawanya sudah tak tertolong lagi. Kejadian ini langsung di laporkan ke petugas kepolisian yang langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil olah TKP petugas Polsek Balong dan pemeriksaan tim medis puskesmas setempat, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di jasad Suparno.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar