Lokasi Bencana Bukan Tempat Wisata

PULUNG - Entah penglihatannya terganggu atau memang tidak bisa membaca, sejumlah warga nekat menerobos masuk ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo. 

Padahal Tanda larangan yang dipasang petugas di zona bahaya terbilang besar dan mencolok. Selain itu, di areal terlarang tersebut juga dipasang garis polisi. Tak pelak, membuat petugas naik pitam, lantaran  penerobos seolah menyepelekan tanda larangan. 

‘’Tidak lihat itu tanda larangan,’’ bentak Kapolsek Pulung AKP Deny Fahrudianto, Jumat (14/4).

Deny yang kebetulan di sekitar lokasi langsung mengejar belasan anak muda yang menerobos zona larangan di sektor D itu. Semua diminta kembali. Para mahasiswa dari Surabaya itu langsung tertunduk malu lantas pergi. 

Itu belum seberapa. Belasan pengendara motor trail juga nekat melintas tak lama berselang. Mereka para croser dari Trenggalek yang seakan sengaja menjadikan lokasi longsor sebagai sirkuit. 

‘’Material yang menutup jalan dikeruk untuk jalur evakuasi eskavator. Tetapi harus ditutup setelahnya karena ada di zona merah,’’ jelasnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar