Pelaku Prostitusi Bergerilya dari Warung ke Warung

MEJAYAN - Kritik Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun yang ditujukan kepada satuan polisi pamong praja (Satpol PP) terbilang pedas. Terduga mucikari yang dibiarkan berkeliaran memunculkan tudingan miring bahwa razia yang digelar terkesan setengah hati. 

BACA : Razia Satpol PP Dikritik Dinas Sosial 

Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Endang Suwarsih, menyoroti keberadaan warung milik Nem yang ada di belakang terminal Caruban. Dua pekerja seks komersial (PSK) berhasil diamankan petugas Satpol PP saat razia. 

Tapi bukan penangkapan PSK yang dipersoalkan Endang, melainkan si pemilik warung. Maklum, Nem sebelumnya pernah terjaring razia Satpol PP pada tanggal 14 Pebruari lalu. Ketika itu, Nem menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulang perbuatannya. 

Tapi janji tinggalah janji. Nem mengingkari pernyataan yang pernah dibuatnya. Dirinya kedapatan masih menyediakan kamar untuk praktik prostitusi saat  korps penegak perda setempat kembali menggelar razia di warungnya.  

‘’Jika sudah diperingatkan tapi masih mengulangi lagi, dipidanakan saja,’’ geramnya. 

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar