Dishub Kota Madiun Diakali Jukir
BERITA TERKAIT

MADIUN – Pungutan liar atau lazim disingkat pungli selama ini identik dengan penyelenggaraan pelayanan publik. Buktinya sejulah oknum terpaksa beruusan dengan hukum ataupun satuan tugas (satgas) Saber Pungli. 

Namun di Kota Madiun pungli justru dilakukan masyarakat biasa. Sejumlah juru parkir (jukir) terindikasi berbuat curang. Bentuk kecurangannya biasanya adalah pungutan tarif yang tidak sesuai ketentuan Peraturan Daerah (Perda) 25/2011 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Jalan Umum.

Beruntung mereka tidak terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Saber Pungli. Kecurangan mereka dipergoki langsung petugas gabungan dari dishub, satpol, TNI, dan polisi. 

Jawa Pos Radar Madiun sengaja mengikuti petugas gabungan saat melakukan razia di kawasan Jalan H Agus Salim, Cokroaminoto, Panglima Sudirman, dan Kolonel Marhadi. Dalam operasi itu, petugas mendapati sejumlah oknum jukir yang sengaja tidak menggunakan karcis. 

Namun, kenyataannya mereka masih saja memungut. Para oknum jukir itu memungut Rp 1.000 untuk sepeda motor; Rp 2.000 untuk mobil. Padahal, sesuai ketentuan Perda 25/2011, retribusi parkir sepeda motor hanya dikenakan tarif Rp 500 dan Rp 1.000 untuk mobil. 

‘’Para jukir yang ketahuan melanggar, kami catat. Dan selanjutnya akan kami lakukan pembinaan,’’ jelasnya. (her/ota/jprm)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar