Warung Belakang Terminal Caruban Bakal Ditutup

MEJAYAN – Peringatan keras diberikan kepada Nem, pemilik warung yang ada di belakang terminal Caruban. Kali ini giliran pemerintah desa (Pemdes) Mejayan yang mengeluarkan peringatan tersebut. 

Pemdes Mejayan tak ingin tinggal diam dengan praktik prostitusi yang ada di wilayahnya.  Warung milik Nem itu sudah dua kali dirazia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun. Terlebih, dari dua kali razia itu, tujuh pekerja seks komersial berhasil diamankan.

Langkah tegas segera diambil Pemdes Mejayan. Warung yang dilengkapi bilik-bilik kamar itu bakal ditutup jika pemiliknya tertangkap tangan menyediakan jasa plus-plus. Bahkan, jika pemilik warung tetap ngeyel, pihak pemdes tak segan memintanya pindah dari Desa Mejayan. 

‘’Ini bukan guyonan atau gertak sambal. Prostitusi memang tidak boleh berkembang di sini,’’ tegas kades Mejayan Titik Handayani.

Dua hari ke depan, lanjut Titik, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Satpol PP untuk membuat surat perjanjian dan kesepakatan dengan Nem —si pemilik warung yang telah berusia senja itu. 

‘’Warung ya seharusnya dibuat untuk makan saja. Kami sudah sering mengingatkannya,’’ ungkapnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar