Pertanyakan Konsep Pengembangan Wisata Grape

MADIUN – Insiden memilukan di Wana Wisata Grape beberapa waktu lalu menarik perhatian anggota DPRD Kabupaten Madiun. Kalangan dewan menilai jika konsep pengembangan Wana Wisata Grape tidak jelas. 

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Djoko Setijono menilai, pengelolaan destinasi wisata seluas 1,5 hektare itu bersifat bottom up, bukan top down. Sebab, pengembangan objek wisata itu hanya bertumpu pada masyarakat. Bukan hasil pengembangan dan pengelolaan dari KPH Madiun maupun Pemkab Madiun. 

‘’Sebenarnya, konsep pengembangan Grape seperti apa? Harus diperjelas,’’ pintanya.

Konsep pengembangan yang absurd itu mengakibatkan tidak adanya prosedur tetap (protap) pengamanan di Wana Wisata Grape. Meski kawasan alam itu cantik, namun nyatanya terbukti mematikan. 

Grape tidak hanya menyuguhkan derasnya Kali Catur yang arusnya tidak dapat ditebak. Kawasan wisata yang berada di lingkungan hutan itu juga rawan pohon tumbang sehingga berpotensi menimpa pengunjung. 

‘’Karena sangat berisiko, maka harus ada protap keamanan yang jelas. Nah, selama ini apakah sudah seperti itu?’’ protesnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar