Harus Hengkang Rabu Mendatang

PILANGKENCENG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai habis kesabaran melihat bangunan liar yang menempel di gudang beras Pasar Muneng. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro setempat selaku leading sector pengelolaan pasar sudah pasang deadline Rabu mendatang (26/4).

Mau tidak mau, pemilik bangunan liar tersebut harus pindah sebelum batas waktunya yang diberikan berakhir. Apalagi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun sudah gatal tangan merobohkan tiga bangunan liar tersebut.   

‘’Kalau penghuninya tetap ngeyel tidak mau pindah, kami akan bongkar paksa,’’ tegas Kabid Perdagangan Agus Suyudi, Selasa (18/4). 

Agus layak geram lantaran surat teguran yang dikirim pihaknya tidak digubris. Selain itu, empat kali upaya persuasif tidak ditanggapi positif. 

Tiga pemilik bangunan nonpermanen yang diketahui berasal dari  Cepu, Blora; dan Karangjati, Ngawi, itu berupaya bertahan dengan tidak sudi hengkang. Pemilik bangunan bersikeras bertahan lantaran mengklaim sudah mendapat izin dari kepala Pasar Muneng yang lama. 

‘’Kami masih memberi toleransi dengan memperpanjang waktu agar mereka membongkar bangunan sendiri,’’ jelasnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar