Kuartal Pertama Tangani 43 Pasien
BERITA TERKAIT

MADIUN – Siapa yang tidak kesal dengan ulah nyamuk? Suara dengungnya yang berseliweran di dekat telinga kerap mengganggu tidur di waktu malam. Tapi berbeda jika itu nyamuk Aedes Aegypti, kita pasti ngeri dengan akibat yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk yang satu ini. 

Bagimana tidak, nyamuk yang gemar "beroperasi" pagi hari itu kerap mengancam keselamatan jiwa. Seperti di Kota Madiun, serangan nyamuk aedes aegypti  dilaporkan mulai menunjukkan tanda - tanda mengganas. 

Terhitung sejak kuartal pertama tahun ini, puluhan pasien anak yang terkena demam berdarah (DB) dirawat di RSUD Kota Madiun. Dua pasien di antaranya dinyatakan mengalami gejala dengue shock syndrome (DSS). 

‘’Pancaroba memang memicu tingginya perkembangbiakan nyamuk. Termasuk nyamuk vector demam berdarah,’’ kata Kasi Pelayanan Medik RSUD Kota Madiun Priyo Raharjo, Rabu (19/4).

Sejak bulan Januari hingga  19April 2017, total tercatat 43 pasien anak yang dirawat. Mereka rata-rata mengeluhkan panas tinggi, lalu pada hari keempat jumlah trombosit turun. 

‘’Jumlah ideal kekentalan darah itu 30 sampai 40 persen. Lebih dari itu sudah terjadi peningkatan dan perlu diwaspadai,’’ jelasnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar