Penambang Pasir Kali Gilis Nyaris Hanyut

MAGETAN – Serupa tapi tak sama. Nasib sepuluh penambang pasir nyaris terenggut arus Kali Gilis Desa/Kecamatan Nguntoronadi. Berbeda nasib dengan enam santri tewas tenggelam akibat terseret derasnya arus Kali Catur saat berkunjung ke Wana Wisata Grape Madiun.

Djarun, 54, dan 10 anak buahnya nyaris hanyut saat menambang pasir di sungai desa setempat ada ahri Selasa (18/4) lalu. Informasi yang dihimpun, insiden itu bermula ketika Djarun dan 10 anak buahnya menambang pasir di Kali Gilis. 

Mereka datang menggunakan dump truck nopol AE 8443 JB. Pasir yang didapatkan diusung ke bak truk yang diparkir di pinggir kali. 

‘’Awalnya semua berlangsung normal, menambang pasir seperti hari-hari biasa,’’ kata Rifandi, 29, anak Djarun, Rabu (19/4). 

Rifandi menjelaskan, saat itu kedalaman air kurang dari satu meter dan arusnya terlihat tenang sehingga para penambang leluasa mencari pasir hingga ke tengah kali. Namun, sekitar pukul 13.00 mendadak arus yang tenang berubah menjadi deras, meski cuaca cerah. 

Seketika para penambang itu menghentikan aktivitasnya. Mereka semburat berlarian menyelamatkan diri ke pinggir kali dan menjauh dari sungai. Benar saja, hanya dalam hitungan detik, debit sungai meningkat drastis dan arus semakin kencang. 

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar