Lauk Tempe, Permintaan Terakhir Kasiyem

NGAWI  - Kesederhanaan Kasiyem alias Surip terus ditunjukkan hingga akhir hayatnya. Warga Desa Gelun, Kecamatan Paron itu ingin sarapan berlauk tempe sebelum mengakhiri hidup.  Perempuan 54 tahun itu nekat mencari mati dengan gantung diri di blandar gudang rumahnya. 

‘’Sebelum ditemukan tergantung, dia meminta suaminya membelikan lauk tempe di warung,’’ terang Parni kakak Tukiran di rumah duka, Rabu (19/4)

Informasi yang dihimpun, peristiwa gantung diri itu diketahui Tukiran, suami korban, sekitar pukul 07.30 Wib.  Ketika itu, Tukiran baru pulang warung membelikan tempe permintaan terakhir istrinya di warung tak jauh dari rumah mereka. 

Sesampainya di rumah Tukiran tidak menemukan perempuan yang memberinya dua anak itu. Tukiran lantas mencarinya ke sudut ruangan sambil memanggil nama istrinya namun tidak ada sahutan. 

Rasa penasaran membuat Tukiran berkeliling ke seluruh ruang rumahnya. Hingga langkahnya terhenti di gudang rumah, dilihatnya istrinya sudah mengantung tidak bernyawa. Seketika pria 56 tahun itu histeris. 

‘’Antara kaget dan shock, Surip (sapaan akrab Kasiyem) yang mengantung di blandar rumah,’’ tegasnya. 

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar