Copot Paksa Puluhan Reklame Ngawur

MADIUN – Pemasangan reklame yang asal - asalan kerap dituding jadi salah satu biang kesan semrawut di Kota Madiun. Disejumlah ruas jalan utama kerap dijumpai papan reklame berbagai ukuran. 

Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) kota setempat pun dibuat gerah akhirnya. Kamis (20/4) aparat penegak perda itu turun ke jalan melakukan penertiban. Upaya paksa dilakukan lantaran pemasangannya dianggap merusak estetika kota. 

Pemasangan reklame yang asal-asalan itu juga diduga melanggar ketentuan Perda 2/2007 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. 

‘’Kami tertibkan karena dianggap melanggar, bertiang pipa dan ditanam di trotoar,’’ kata Kabid Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kota Madiun Agus Sugiri, Kamis (20/4).

Agus menilai, papan reklame yang dipasang di trotoar telah mengganggu para pejalan kaki. Meski begitu, dia menepis jika pemasangan reklame itu merupakan kesalahan petugas penegak perda. 

Agus menganggap jika pemasangannya telah luput dari pengawasan pihak Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPMPTSPK dan UM). 

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar