Hindari Kecurangan, Perketat Penjualan Elpiji Melon

PACITAN - Hilangnya elpiji tiga kilogram di pasaran adalah permasalahan klasik. Kondisi ini paling sering terjadi saat bulan ramdhan. Dimana permintaan elpiji melon -sebutan elpiji tiga kilogram - meningkat. 

Namun tidak ingin berandai - andai, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pacitan tetap mengajukan pemintaan penambahan kuota elpiji melon. Usulan yang diajukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat itu disetujui. 

Kabid Perlindungan Konsumen Disperindag Subekti mengungkapkan jika distribusi elpiji bersubsidi di Pacitan bakal ditambah enam persen atau sekitar 137.099 tabung. Namun buru - buru Subekti menghimbau masyarakat lebih tertib dalam pemanfaatannya. 

Ini bukan tanpa alasan. Subekti menuturkan jika sidak disperindag ke sejumlah agen dan sub agen elpiji melon, pihaknya mengantongi penyebab kelangkaan yang biasa terjadi. 

Tim bentukan disperidag mengungkap jika penyebab kelangkaan elpiji melon akibat ulah curang pembeli. Warga ekonomi mampu kerap membeli elpiji melon yang notabene dijual untuk masyarakat  kurang mampu. 

‘’Elpiji melon sebenarnya tidak langka. Itu cukup jika masyarakat juga wajar dalam penggunaannya (elpiji melon). Sebagai contoh, rumah tangga miskin dibatasi maksimal hanya dua tabung, tetapi yang mampu ternyata ada yang menggunakan sampai lima tabung,’’ jelasnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar