Dituding Mengamen di Jalanan, Ini Jawaban Anak Punk

NGAWI - Razia anak jalanan, tunawisma dan pengemis oleh satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Ngawi berhasil menjaring sepuluh anak punk dan seorang pengemis. Mereka diamankan dari sejumlah jalan protokol kota setempat. 

Mereka selanjutkan dibawa ke kantor Satpol PP untuk pendataan dan pembinaan. Setelah diberi pengarahan, sebagian anak punk dan seorang pengemis dserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Ngawi untuk rehabilitasi. 

Namun sebagian anak jalanan itu menolak jika disebut anak punk. Seperti yang dilontarkan Erlangga Putra Senja, salah seorang remaja yang diduga anak punk dan turut diamankan petugas satpol PP mengaku jika dirinya bekerja di tempat tersebut saat dirazia.  

Dia selama ini berprofes sebagai pembuat tato panggilan. Waktu petugas melakukan razia, dia mendapatkan job di sekitar Paron, Ngawi. Apesnya, saat istirahat melepas lelah di sekitar perempatan Kartonyono, pemuda bertato itu justru ikut diamankan. 

‘’Saya ada kerjaan di sini, mau ada order buat tato tapi malah ditangkap,’’  katanya 

Erlangga mengatakan berasal dari keluarga baik-baik, dan masih tercatat sebagai seorang mahasiswa DIII Jurusan Sastra Bahasa Indonesia di salah satu kampus swasta Kota Madiun. 

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar