Ayam Mati Diganti Sebungkus Rokok

MAGETAN - Aparat Polres Magetan terus mendalami prkatik penjualan alam tiren pasca penggerebekkan gudang pengolahan dan penyimpanan ayam petelur Jumat (12/5) malam kemarin. Penyidik masih terus menggali informasi dari tersangka yang diamankan. 

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap Didik Setyono alias Lilik, 28;  Sarbu, 67 (pemilik gudang), Sarmi, dan Pami, petugas berhasil menguak modus praktik curang tersebut. 

Kasatreskrim Polres Magetan AKP Partono menjelaskan, modus yang digunakan Lilik adalah mencari mencari ayam petelur yang sudah mati di kandang milik para tetangganya. Ayam yang sudah mati itu dibeli seharga Rp 2 ribu per ekor. 

Terkadang diganti sebungkus rokok jika ayam mati didapatkan dalam jumlah banyak. Selain berkeliling sendiri, lanjut Partono, tidak jarang ada orang tertentu yang datang menyetorkan ayam tiren kepada Lilik.

‘’Ayam tiren itu lalu diolah di tempat khusus yang tersembunyi,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magetan.    

Dia menuturkan, orang yang diminta mengolah ayam tiren tersebut Sarmi dan Pami. Keduanya diupah Rp 2 ribu per ekornya. Tahapannya, ayam direbus, bulu dicabuti, lalu diberi campuran kunir. 

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar