Terima SK Kenaikan Pangkat dan Pensiun, Bayar Ratusan Ribu

MADIUN - Dugaan pungutan liar dalam pengurusan SK Kenaikan Pangkat dan Pensiun di lingkup Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Madiun oleh tim Sapu Bersih Pungutan Liar (saber pungli) Kota Madiun seolah menegaskan istilah tidak ada yang gratis dalam urusan kedinasan. 

Tim saber pungli sudah menemukan bukti awal dalam praktik dugaan pungutan tidak beres tersebut. Itu berupa uang tunai sebesar Rp 9 juta berikut dokumen dan satu unit handphone yang disita dari hasil operasi tangkap tangan (OTT), Jumat lalu (12/5). 

Barang bukti ini ditemukan di salah satu laci meja pegawai Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jatim Wilayah Madiun. Lokasi kantor cabang dinas tersebut berada satu kompleks dengan gedung Bakorwil Madiun yang berada di Jalan Pahlawan. 

‘’Iya, ada OTT,’’ kata Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Logos Bintoro kepada awak media, Senin (15/5). 

Sementara itu informasi yan didapat wartawan Jawa Pos Radar Madiun, nominal pungutan yang dipatok bervariasi. Guru yang hendak mengambil SK kenaikan pangkat dipungut Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Sedangkan guru yang menerima SK pensiun dipatok Rp 400 ribu. 

Salah seorang guru SMK di Kota Madiun menyebut jika sempat dimintai uang saat ingin mengambil SK pensiun. Ketika itu, dia diminta membayar Rp 400 ribu oleh seorang oknum pegawai cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Madiun, namun ditolaknya. 

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar