Disnakan Akui Pemanfaatan RPH Belum Maksimal

MAGETAN - Bagaimana pola pengawasan penjualan daging di Kabupaten Magetan? Pertanyaan yang muncul terkait peredaran daging tidak layak konsumsi oleh oknum penjual daging sapi dan ayam. 

Hasil pemeriksaan sementara oleh penyidik diketahui jika praktik penjualan ayam mati kemarin (tiren) di Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan sudah berjalan kurang lebih dua tahun. 

Pun demikian dengan bisnis daging sapi glonggongan di Dusun Tangkil, Desa/Kecamatan Poncol yang dibongkar Polres Magetan. Suwarno, mengaku jika usaha itu sudah dilakoninya sejak Juni 2015. 

Beruntung kedua praktik curang tersebut berhasil dibongkar kepolisian setempat. Operasi tangkap tangan (OTT) pelaku praktik jual beli daging tidak layak konsumsi itu seolah menampar wajah dinas peternakan dan perikanan (disnakan) Magetan. 

Meski begitu, disnakan seolah enggan disalahkan. Satker itu mengklaim sudah jauh hari melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha daging sapi. 

‘’Baik peternak maupun penjagal sudah kami beri bimbingan dan penyuluhan,’’ kata Kabid Kesehatan Hewan Disnakan Budi Astono, Senin (15/5). 

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar