Minggu, 21 Apr 2019
radarmadiun
icon featured
Hukum & Kriminal

Begini Modus dan Kronologi Penangkapan Anggota KPK Abal-Abal

18 Juli 2017, 19: 30: 02 WIB | editor : Wawan Isdarwanto

KENA BATUNYA: Suparno saat press release di Mapolres Magetan (18/7).

KENA BATUNYA: Suparno saat press release di Mapolres Magetan (18/7). (Andi Chorniawan/Radar Magetan)

MAGETAN – Suparno rupanya tak menyangka ulahnya menyaru anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan memeras kades gagal total. Ya, belum sempat menikmati hasil kejahatannya, pelaku keburu diringkus polisi.

MALU: Tersangka digelandang petugas menjelang press release (18/7).

MALU: Tersangka digelandang petugas menjelang press release (18/7). (Andi Chorniawan/Radar Magetan)

Kasatreskrim Polres Magetan AKP Partono menjelaskan, kasus yang menjerat Suparno berawal saat pria itu menemui Ngadeni di kantornya untuk cari-cari masalah. Pun dengan pede tersangka menunjukan id card berlambang perisai warna emas dengan tonjolan tulisan KPK.

Baca: Anggota KPK Gadungan Dibekuk Polisi

Suparno lalu menanyakan soal lelang tanah bengkok kosong bekas milik perangkat desa setempat dan sertifikat prona. Awalnya, Ngadeni tidak menggubrisnya. Namun, beberapa hari berselang Suparno kembali mendatangi sang kades. Kini giliran menyoal pembagian pemberian sembako. ‘’Akhirnya korban diminta menyiapkan dana untuk menutupi masalah tersebut,’’ ungkap Partono.

Awalnya Suparno menodong Ngadeni Rp 6 juta. Lalu, ditawar dan akhirnya disepakati Rp 4 juta. Nah, saat pelaku mendatangi rumah korban pada Senin lalu (17/7) kades baru bisa memberi Rp 1 juta.

Pria yang tinggal di Desa Karangrejo, Kawedanan, itu lantas berniat pulang. Ternyata polisi sudah mengintai hingga akhirnya melakukan penangkapan. ‘’Sebelumnya korban melapor ke Polsek Maospati,’’ sebut Partono.  

(mn/cor/isd/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia