Rabu, 19 Dec 2018
radarmadiun
icon featured
Mejayan

Demi Restu Megawati, Bacawali Ini Rela Berjalan Ratusan Kilometer

18 Juli 2017, 19: 54: 03 WIB | editor : Budhi Prasetya

Wahyu Eko Setiawan melanjutkan perjalanan usai istirahat dan salat Asar di Masjid Gede Al-Arifiyah, Mejayan, Senin (17/7)

Wahyu Eko Setiawan melanjutkan perjalanan usai istirahat dan salat Asar di Masjid Gede Al-Arifiyah, Mejayan, Senin (17/7) (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

MEJAYAN – Jika tekad sudah bulat, jarak ratusan kilometer pun terasa dekat. Begitu kira - kira yang ada di benak Wahyu Eko Setiawan. 

Wahyu Eko Setiawan nekat berjalan sejauh 768 kilometer untuk mendapat restu Megawati Soekarnoputri. Dengan hanya mengenakan sandal jepit, kaki Wahyu terlihat melangkah mantab. 

‘’Sampai hari ini (17/7), saya sudah menempuh perjalanan 150 kilometer,’’ kata pria 36 tahun itu menghitung jarak tempuh dari Kota Malang ke Mejayan, Kabupaten Madiun. 

Terhitung sudah sepekan lamanya Wahyu berjalan kaki sejak berangkat dari Kota Malang Senin (10/7) lalu. Dirinya tidak memiliki target waktu kapan harus sampai di Jakarta. 

‘’Woles saja, sesampainya. Toh rekomendasi turunnya masih lama,’’ ujarnya.

Bagi Wahyu, jalan kaki dari Kota Malang ke Jakarta menjadi satu-satunya cara mengetuk hati Megawati Soekarnoputri. Sebagai bacawali Kota Malang, dia sadar memiliki banyak pesaing yang notabene jauh lebih kuat. 

Dua dari tiga pendaftar bacawali adalah Arif Wicaksono (ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus ketua DPRD) dan Sutiyaji (wakil wali kota incumbent). 

‘’Ini bentuk perjuangan saya melawan sistem politik transaksional. Harusnya politik menjadi wahana kebudayaan rakyat untuk mewujudkan tujuan bersama. Bukan menjadi ajang jual beli,’’ serunya.

Meski terkesan utopis, tekad Wahyu memimpin Kota Apel patut diapresiasi. Pria yang kesehariannya bergelut dengan kesenian ini sukses mengumpulkan dukungan dari 9.000 kartu tanda penduduk (KTP). 

Namun, proses yang telah ditempuhnya 2,5 tahun itu belum dapat menebus syarat dukungan minimal calon dari jalur independen sebesar 7,5 persen dari total 620.000 daftar pemilih tetap (DPT). 

‘’Itu riil, bukan data siluman,’’ tekannya. 

(mn/bel/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia