Rabu, 19 Dec 2018
radarmadiun
icon featured
Sportainment

Kalah Kelas, Madiun Putra Takluk di Kandang

21 Juli 2017, 13: 30: 03 WIB | editor : Budhi Prasetya

Kapten Madiun Putra Asmar Abu berhasil mengecoh kiper Persebaya Dimas Galih dalam pertandingan di Stadion Wilis Kota Madiun, Kamis (20/7)

Kapten Madiun Putra Asmar Abu berhasil mengecoh kiper Persebaya Dimas Galih dalam pertandingan di Stadion Wilis Kota Madiun, Kamis (20/7) (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Sukses mencuri poin di kandang Persebaya, Madiun Putra justru kalan dalam laga kandang. Skuad Blue Force -julukan Madiun Putra - dibuat tak berkutik dalam pertandingan di Stadion Wilis Kota Madiun, Kamis (20/7) malam kemarin. 

Sejak peluit babak pertama ditiup, tim tamu langsung mengambil inisatif menyerang. Mengandalkan ball possesion pendek - pendek, pemain Green Force -julukan Persebaya Surabya - berhasil mengasai menit - menit awal babak pertama.

Terbukti, pertahanan anak asuh Sartono Anwar dipaksa bekerja keras menghalau serangan yang datang silih berganti dari kedua sayap pertahanan mereka. 

Dua penyerang Persebaya  Irfan Jaya dan M. Yogi Novrian tak pernah bosan membombardir gawang Madiun Putra yang dijaga M.Ricky Fajar Hidayat. 

Penjaga gawang muda ini harus berjibaku menepis bola yang tiga kali mengarah ke gawangnya. 

Namun, Madiun Putra justru bisa mencuri gol terlebih dahulu. Asmar Abu yang lolos dari perangkap offside berhasil menceploskan bola. 

Counter attack yang dibangun memanfaatkan kelengahan pemain lawan yang keasikan ikut menyerang. Kiper Persebaya Dimas Galih Pratama harus memungut bola dari jala gawangnya.  Skor 1-0 itu bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Lagi - lagi Persebaya mengambil inisiatif menyerang. Kali ini, skuad Green Force lebih banyak menyerang dari sisi kiri pertahanan Madiun Putra. 

M. Yogi Novrian mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan lambung Misbakus Solikin.

Persebaya mampu membalikkan skor menjadi 1-2 setelah Misbakus Solikin sukses mengeksekusi penalti. 

Hambali, wasit asal Palembang, yang memimpin pertandingan menunjuk titik putih usai Ambite Dolus Cahyana melakukan handsball di kotak terlarang. 

Sartono Anwar menyatakan jika pihaknya kalah segalanya dari Persebaya pada pertandingan semalam. Pemainnya lebih banyak menunggu, dan hanya mengandalkan serangan balik. 

‘’Ini kekalahan yang wajar. Kami kalah ball possession dan kecepatan (bermain). Permainan bola kami juga banyak menunggu,’’ ungkap Sartono saat press conference seusai pertandingan, Kamis (20/7).

Soal gol balasan cepat dari Persebaya pasca-turun minum, Sartono menyebut jika pemainnya telah kehilangan konsentrasi. Sehingga bisa kecurian melalui skema serangan sisi sayap. 

‘’Seharusnya konsentrasi penuh sepanjang pertandingan. Tapi kami kecurian,’’ beber pelatih asal Semarang itu.

Apa yang diungkapkan Sartono itu masuk akal. Sebab, puluhan ribu Bonek -suporter fanatik Persebaya - memadati tribun Stadion Wilis. Nyanyian dan yel yel mereka jauh lebih keras dibanding suporter tim tuan rumah. 

Pun Bonek lebih sering bernyanyi dan memberikan dukungan sepanjang pertandingan yang digelar mulai pukul 18.30 Wib itu. 

(mn/her/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia