Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon-featured
Peristiwa

Polisi Belum Temukan Penyebab Meledaknya Mesin Uap PG Pagotan

Sabtu, 22 Jul 2017 16:00 | editor : Budhi Prasetya

Petugas mensterilkan tempat kejadian perkara sembari menghimpun keterangan dari sejumlah saksi. 

Petugas mensterilkan tempat kejadian perkara sembari menghimpun keterangan dari sejumlah saksi.  (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun )

MEJAYAN - Persitiwa meledaknya mesin evaporator Pabrik Gula (PG) Pagotan, Kabupaten Madiun membuat sejumlah pegawai panik. Pun warga yang tinggal disekitar pabrik terkejut. 

Budi Setyono, salah seorang pekerja, menuturkan jika dirinya mendapat sif kerja pada hari Jumat (21/7) malam itu. Namun, saat tiba di lokasi kejadian, suasana pabrik sudah penuh kerumunan warga. 

Ketika itu para pekerja terlihat panik. Dia pun segera mencari tahu. Ternyata salah satu mesin uap tempatnya bekerja meledak. Namun, dia tidak mengetahui apakah mesin itu digunakan untuk memasak nira kental atau soda. 

‘’Sampai di sini sudah kalang kabut semua,’’ ujarnya.

Alhasil, dia yang seharusnya bergantian menjaga ke enam mesin uap itu terpaksa libur sementara waktu. Namun, diakui Budi, meledaknya mesin evaporator bukan lantaran kelebihan kapasitas. 

Mengingat ketiga pekerja yang merupakan juru masak gula itu paham betul dengan kapasitas mesinnya. Sehingga tidak mungkin mesin tersebut tidak kuat menahan beban uap dari hasil pengolahan air nira tersebut. 

‘’Sekali memasak, lima mesin digunakan sekaligus. Satu mesin untuk cadangan,’’ jelasnya.

Kapolsek Geger AKP Sumantri menegaskan, hingga pukul 11.30 Wib Jumat (21/7) kemarin, pihaknya masih mengumpulkan barang bukti untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya ledakan. 

Pun pihaknya juga meminta keterangan tiga saksi dari pekerja yang tengah pergantian sif telah dimintai keterangan lebih lanjut. 

''Belum sempat ganti sif sudah meledak duluan,’’ tukasnya.

Pada saat kejadian, sebenarnya kondisi mesin sudah dalam kondisi off. Namun, tiba-tiba mesin yang digunakan memasak air nira menjadi gula itu meledak. Mengakibatkan ketiga pekerja terkait mengalami luka bakar cukup serius. 

‘’Kami juga belum dapat menaksir total kerugian,’’ terangnya.

Sementara dari pihak direksi PG Pagotan masih belum dapat dimintai keterangan. Mereka terlihat memasuki ruang instalasi yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari TKP. 

Saat tim Jawa Pos Radar Madiun mencoba memintai keterangan, seorang petugas mengatakan jajaran direksi tengah mengadakan rapat meski waktu sudah mendekati dini hari.

(mn/bel/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia