Rabu, 19 Dec 2018
radarmadiun
icon featured
Peristiwa

Pagar Hotel Ambrol Gara gara Salah Pilih Gigi Persneling

08 Agustus 2017, 14: 30: 03 WIB | editor : Budhi Prasetya

Bagian depan mobil mengalami kerusakan parah usai menabrak pagar hotel.

Bagian depan mobil mengalami kerusakan parah usai menabrak pagar hotel. (Ist for Radar Magetan)

MAGETAN – Jalur lama di kawasan wisata Kelurahan Sarangan, Plaosan, selama ini dikenal angker. Tapi bukan karena banyak gondoruwo atau demit nya. Melainkan lebih disebabkan kondisi jalannya yang membahayakan pengguna jalan. 

Ini dibuktikan dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur ini. Seperti yang dialami pengemudi mobil Grand Livina pada hari Minggu (6/8) petang. 

Mobil bercat putih itu mengalami celaka saat melintas di jalur lama yang masuk Dusun Wolo, Desa Dadi, tepatnya depan Hotel Indah. Mobil pabrikan jepang itu hilang kendali hingga menabrak pagar hotel tersebut. 

Kasatlantas Polres Magetan AKP Hankie Fuariputra mengungkapkan sebelum mengalami nahas, mobil Grand Livina nopol B 1108 UVG  melaju dari arah Jalan Raya Tawangmangu–Plaosan. 

Saat di depan wana wisata kampung Pinus Sarangan, Indres Deniawati, pengemudi, lebih memilih lewat jalur lama. 

Warga Desa Grobongan, Jiwan, Kabupaten Madiun, ini terlihat panik saat mobil melintasi tikungan tepat di atas Dusun Wolo. Ini setelah rem mobil warna silver itu mendadak tidak berfungsi. 

‘’Mobil melaju tidak terkendali dan akhirnya menabrak pagar hotel,’’ ujar Hankie, Senin (7/8). 

Hankie menyatakan, kerasnya benturan membuat pagar hotel hancur berantakan. Sedangkan mobil nyaris terjun ke halaman depan hotel yang posisinya lebih rendah dari pagar. 

‘’Pengemudinya tidak terluka. Sesaat setelah kejadian dia keluar dari mobil, dan langsung ditolong warga,’’ bebernya. 

Kanitlantas Polsek Plaosan Ipda Ahmad Suryani menambahkan, berdasar hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), penyebab laka lantas diduga akibat human error. 

Pengemudi yang pulang dari Solo, Jawa Tengah, itu ditengarai belum berpengalaman melintasi jalur menurun. Ditambah tidak menguasai medan.

Indres diduga salah mengatur gear persneling mobil di jalur menurun. Itu diperkuat dengan keterangan dari Indres yang mengaku saat masuk tikungan Wolo, melaju dengan persneling tiga. 

‘’Sepertinya baru kali pertama lewat jalur lama,’’ kata Hankie. 

Disinggung kemungkinan adanya trouble pada rem, Ahmad meragukan hal itu. Sebab, mobil nahas tersebut tergolong keluaran baru sehingga kecil kemungkinan terjadi kerusakan pada onderdilnya. 

‘’Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,’’ ujarnya. 

(mn/cor/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia