Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Magetan

Angkut Miras Pakai Mobil Dinas DPRD, Gaguk Terancam Nganggur

Rabu, 09 Aug 2017 13:12 | editor : Budhi Prasetya

Pelat merah mobdin DPRD yang sengaja ditutupi nomor polisi palsu

Pelat merah mobdin DPRD yang sengaja ditutupi nomor polisi palsu (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

MAGETAN - Terbongkarnya peredaran minuman keras (miras) jenis arak jowo (arjo) oleh polisi di wilayah Kecamatan Plaosan, Senin (7/8) lalu membuat kaget warga Kabupaten Magetan. 

Pasalnya, mobil yang digunakan untuk mengangkut 306 liter miras itu berpelat nomor  polisi (nopol) warna merah. Setelah ditelusuri Isuzu Panther nopol AR 470 NP itu adalah kendaran dinas sekretaris komisi D DPRD Magetan. 

Saat diamankan polisi di halaman salah satu mini market di Jalan Raya Plaosan, mobdin tersebut disopiri Gaguk warga warga Desa Mojopurno, Ngariboyo, Magetan yang dikenal sebagai petugas keamanan kantor DPRD setempat. 

Tak ayal, sejumlah anggota dewan kaget saat mendengar kabar Gaguk tertangkap basah mengangkut miras oleh polisi. Terlebih, kendaraan yang digunakan membawa minuman haram itu merupakan mobdin dewan. 

‘’Gaguk sering pinjam mobil karena memang cukup dekat dengan Pak Tik (Sutikno). Tapi nggak tahu kalau akhirnya disalahgunakan,’’ ujar sumber internal di lingkup DPRD, Selasa (8/8).   

Plt Sekretaris DPRD Sujoni menyatakan, mobil inventaris itu dipinjam-pakaikan ke Sutikno. Namun, pihaknya sama sekali tidak mengetahui jika fasilitas tersebut akhirnya digunakan Gaguk. 

Joni –sapaan akrab Sujoni- mengaku, usai mendapat kabar bahwa mobil dibawa Gaguk mengangkut miras langsung menghubungi Sutikno yang tengah mengikuti kunjungan koordinasi badan musyawarah (bamus) di Bandung sejak Minggu (6/8). 

‘’Tapi, saat ditanya mengaku sama sekali tidak tahu soal mobil yang dipakai bawa miras itu,’’ ujarnya

Lantas, apa langkah yang akan diambil dewan? Joni menyebut akan melihat terlebih dulu sejauh mana tingkat kesalahan yang dilakukan Gaguk. Pun, kasus mobil itu dinilai mencemarkan nama baik lembaga. 

Sementara, Gaguk terancam diputus kontrak kerjanya dan dikembalikan ke pihak penyedia tenaga outsourcing. Sedangkan untuk Sutikno, kata dia, masih perlu dilihat ada tidaknya unsur kelalaian dalam membawa mobil inventaris. 

‘’Kami juga belum bisa memastikan apakah akan ada sanksi indispliner,’’ jelasnya. 

(mn/cor/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia