Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Sportainment

Tetap Opstimis, Pantang Lempar Handuk Putih

Selasa, 29 Aug 2017 12:24 | editor : Budhi Prasetya

Pemain Persinga merayakan gol yang dicetak ke gawang Madiun Putra pada pertandingan yang digelar di Stadion Ketonggo, Ngawi pada hari Minggu (27/8) lalu.

Pemain Persinga merayakan gol yang dicetak ke gawang Madiun Putra pada pertandingan yang digelar di Stadion Ketonggo, Ngawi pada hari Minggu (27/8) lalu. (WS Hendro/Radar Ngawi)

NGAWI – Tetap melawan. Itulah semangat yang digelorakan Persinga Ngawi menjelang lawatannya ke kandang Persebaya Surabaya. Meskipun hasil pertandingan pamungkas itu tidak berdampak signifikan pada nasib tim kebanggaan warga Kabupaten Ngawi itu. 

Meskipun berhasil meraih kemenangan, itu tidak berarti tim berkostum warna merah itu bakal naik kasta ke kompetisi yang lebih tinggi. Posisi tim berjuluk Laskar Ketonggo ini tetap terpatok di rangking tengah grup 5 Liga 2. 

Namun kondisi ini tak melunturkan semangat M Zamnur dkk. Skuad Persinga mengaku tidak akan menyerah dengan mudah. Mereka bakal memberikan perlawanan sengit saat lawatannya ke Gelora Bung Tomo Surabaya.

Ini bukan tanpa alasan. Green Force-julukan Persebaya- nyaris dipermalukan saat bertandang ke Stadion Ketonggo pada putaran pertama. Saat itu, Persebaya hanya bisa menahan imbang 1-1 Persinga.

‘’Jangan dilihat dari skill dan kualitas pemain. Permainan di lapangan yang akan menentukan semuanya,’’ koar manajer Persinga Dwi Rianto Jatmiko.

Bermain ngotot dan keras masih menjadi senjata Laskar Ketonggo meredam agresivitas Rendi Irawan dkk. Selama ini, perlawanan spartan Persinga kerap membuat repot lawan main. 

Defender Heri Setiawan dan Andre Oka Sitepu diinstruksikan tidak memberi kesempatan pemain lawan mengocek bola di jantung pertahanan. Dan, sapu bersih bola yang bisa membahayakan gawang Prillian Syaifourridzal.

Counter attack memanfaatkan winger Harris Adiyatma dan Fathur Rosi bisa menjadi alternatif bila mengalami kebuntuan di lini depan. Sekali lolos dari kawalan pemain lawan, Harris dan Rosi bisa menjadi ancaman. 

‘’Ya bisa dilihat dalam permainan nanti bagaimana peran masing-masing pemain,’’ ujarnya.    

Jeda setengah bulan jelang laga terakhir itu dimanfaatkan untuk recovery pemain.  Jajaran pelatih Persinga fokus pada pembenahan fisik pemain dan mental tanding. Praktis, M Zamnur dkk hanya menjalani latihan rutin setiap pagi. 

‘’Lebih menjaga kekompakan dan kebugaran saja. Uji coba belum kami jadwalkan sama sekali. Evaluasi tim saja yang lebih urgen,’’ kata coach Moch Fachrudin.

(mn/ian/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia