Rabu, 23 Jan 2019
radarmadiun
icon featured
Mejayan

Satpol PP Obok-Obok Tiga Titik Prostitusi Bandel 

10 September 2017, 14: 51: 06 WIB | editor : Budhi Prasetya

Sejumlah PSK yang berhasil diamankan dalam razia yang digelar Satpol PP Kabupaten Madiun

Sejumlah PSK yang berhasil diamankan dalam razia yang digelar Satpol PP Kabupaten Madiun (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

MEJAYAN – Tak pernah bosan. Itulah yang ditunjukkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun. Mereka tetap getol menggelar razia pekerja seks komersial (PSK)yang ada di wilayah kerjanya. 

Pun lagi lagi, kawasan Ring Road Saradan, Desa Pajaran jadi sasaran utamanya. Kamis (7/9), deretan warung yang terpasang baner bertuliskan ‘’kawasan bebas prostitusi’’ itu kembali diobok-obok. 

Ini lantaran pemkab setempat geregetan dengan menjamurnya praktik prostitusi berkedok warung di wilayah perbatasan tersebut. 

‘’Supaya PT KAI tahu jika tanah yang mereka sewakan digunakan sebagai tempat prostitusi,’’ kata Pelaksana tugas (Plt) Satpol PP Kabupaten Madiun Setiyono.

Sayangnya, selama ini PT KAI terkesan menutup mata dengan keberadaan para PSK tersebut. Setiap kali digelar razia dan didapati banyaknya PSK yang berhasil diamankan, tak ada tindak lanjut dari badan usaha milik negara (BUMN) tersebut. 

Bahkan, sekadar memberi teguran kepada para pemilik warungnya. Jelas-jelas sewa penggunaan lahan menyalahi kontrak perjanjian. 

‘’Hasil razia ini sudah cukup menjadi bukti,’’ tegasnya.

Setiyono menilai, kembali terungkapnya praktik prostitusi pinggiran itu mencoreng wajah Kabupaten Madiun. Sementara wacana pendirian rest area tak kunjung realisasi hingga kini. 

‘’Wacana itu tak pernah ada titik temu,’’ terangnya.

Sebanyak 34 pekerja seks komersial (PSK) tak hanya dijaring dari kawasan pinggiran itu. Satpol PP juga mengamankan satu PSK, di antaranya dari kawasan GOR Pangeran Timoer. Di sisi selatan stadion itu, petugas sempat kejar-kejaran hingga menyusuri persawahan. 

‘’Yang bersangkutan positif sebagai pelaku,’’ ungkap Setiyono. 

Tak puas dengan puluhan tangkapan perempuan tunasusila tersebut, petugas melanjutkan perburuan di warung selatan Pasar Mejayan Baru (PMB). Di sana petugas mengamankan dua PSK. Bahkan, di warung itu satu pasangan tertangkap sedang berhubungan intim. 

‘’Keduanya kami amankan,’’ tegasnya.

Belum dapat dipastikan apakah dari puluhan PSK yang tertangkap itu terdapat pemain lama atau tidak. Sesuai jadwalnya, hasil tangkapan sudah pulang dari rujukan di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita Kediri, tiga bulan lalu. 

‘’Akan kami cocokkan dulu datanya,’’ paparnya.

Setiyono berjanji tak akan bosan menjaring dan mengirim PSK ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita Kediri. Sebab, hal itu memang salah satu cara agar mereka tak mengulangi perbuatannya. 

‘’Tertangkap lagi, kirim lagi. Tangkap lagi, kirim lagi. Sampai mereka bosan,’’ tegasnya. 

(mn/bel/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia