Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Magetan

Meski Mengeluh, Pelanggan Lawu Tirta Tak Punya Pilihan Lain

Senin, 18 Sep 2017 11:29 | editor : Budhi Prasetya

Petugas PDAM Lawu Tirta sedang mengecek kondisi salah satu pipa saluran air. 

Petugas PDAM Lawu Tirta sedang mengecek kondisi salah satu pipa saluran air.  (Ist/Radar Magetan)

MAGETAN – Puluhan ribu pelanggan PDAM Lawu Tirta harus lebih bijak menggunakan air saat ini. Pasalnya, pasokan air dari perusahaan daerah itu tak lagi selancar bulan - bulan sebelumnya. 

Ini lantaran penyaluran ke 68.308 pelanggan saat ini tersendat. Beberapa pelanggan di wilayah Kabupaten Magetan harus mengelus dada lantaran air keran mengalir kecil hingga mati selama beberapa hari.

Direktur Teknik PDAM Lawu Tirta Wiyono tidak menampik hal tersebut. Namun, dia mengklaim secara umum penyaluran air ke pelanggan berjalan lancar. 

Gangguan hanya dirasakan sekitar beberapa pelanggan di titik-titik tertentu. Keluhan paling banyak terjadi di Ringinagung–Ngariboyo dan Cempoko–Milangasri dengan jumlah pelanggan masing-masing berkisar 1.000–1.500. 

‘’Gangguan sering juga terjadi di wilayah Parang, tapi jumlah pelanggan yang mengalami masalah tidak sebanyak dua tempat itu,’’ katanya, Kamis (15/9) 

Wiyono menyebutkan, ada dua pokok persoalan yang terjadi di dua lokasi tersebut. Yakni, sumber air yang tersedia tidak merata untuk memenuhi jangkauan wilayah tersebut. 

Hanya di titik-titik tertentu yang memiliki kapasitas air banyak. Karena itu, pihaknya harus rajin mentransfer jatah di titik air yang banyak tersebut ke titik yang masih kekurangan. 

‘’Paling sering terjadi di Ringinagung–Ngariboyo,’’ ujarnya. 

Persoalan lain, lanjut dia, aliran air yang kecil saat sampai dirumah warga disebabkan pipa saluran yang ada sudah tidak cocok dengan kondisi sekarang. Diameter terlalu kecil. Sedangkan jumlah pelanggan sangat banyak sehingga air tidak bisa mengalir lancar. 

Cempoko–Milangasri memang kerap mengalami masalah tersebut lantaran sudah menjadi permukiman padat. Di sisi lain, pihaknya masih belum bisa mengganti pipa dengan yang sesuai spek. 

‘’Banyaknya pengembang juga berpengaruh dengan bertambahnya pemakai air,’’ jelasnya. 

Wiyono mengatakan, sejauh ini belum ada warga yang memutuskan berhenti berlangganan karena masalah gangguan air. Alasannya, tidak punya pilihan lain selain menggunakan jasa air PDAM untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari. 

‘’Kami pernah minta kepada pelanggan untuk berhenti saja berlangganan karena memang sering mengalami gangguan air, tapi mereka menolak,’’ ungkapnya.

Direktur Umum PDAM Lawu Tirta Gianto mengaku memahami adanya keluhan sejumlah warga terkait aliran air yang ithir-ithir. Menurutnya, gangguan tersebut karena saluran pipa digunakan untuk kepentingan banyak pelanggan. Kondisi itu biasanya terjadi hanya saat puncak penggunaan dan jam-jam sibuk. 

‘’Yang penting penyaluran air tidak sampai mati total,’’ ujarnya. 

Dia menjelaskan, gangguan tersebut bisa ditangani dengan meningkatkan jam pelayanan dan infrastruktur. Namun, dengan kondisi keuangan saat ini, langkah itu belum bisa dilakukan. 

‘’Kami sudah ancang-ancang meningkatkan pelayanan jika usulan kenaikan tarif bisa gol karena akan mendongkrak pendapatan,’’ katanya. 

(mn/cor/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia