Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Sportainment

Cantik - Cantik Jago Libas Tanjakan 

Selasa, 10 Oct 2017 19:30 | editor : Budhi Prasetya

Maria Dea, peraih juara 2 Queen of Mountain (QOM) sempat digoda cyclist asal Malaysia, Jenny Lau Khun Kew. 

Maria Dea, peraih juara 2 Queen of Mountain (QOM) sempat digoda cyclist asal Malaysia, Jenny Lau Khun Kew.  (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

NGAWI - Siapa bilang tidak ada kaum hawa yang bakal bisa menaklukkan tanjakan kawasan perkebunan teh Jamus? Buktinya, Maria Dea mampu mematahkan anggapan miring tersebut. 

Gadis 25 tahun asal Surakarta itu sanggup menjadi finisher Jamus 100 Km. Salah satu cyclist perempuan itu tak mau kalah mengayuh pedal road bike hingga menyentuh garis finis.  

Tanjakan dan kelokan Gunung Lawu itu dilibasnya dengan cantik. Dirinya berhasil mencatatkan namanya sebagai juara 2 Queen of Mountain (QOM) event tahuan yang sudah digelar kali ketiga itu. 

’’Kalau ada kesempatan, mau coba lagi,’’ jelasnya.

Maria memang baru setahun terakhir menggeluti hobi bersepeda. Anggota Solo Cycling Community (SCC) ini juga sering menaklukkan tanjakan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

Tipe tanjakan yang tak jauh berbeda dengan jamus itu menjadi bekalnya untuk menaklukkan event akbar Jawa Pos Radar Ngawi tersebut. 

’’Kalau weekend ada waktu senggang, biasanya latihan sama teman-teman komunitas,’’ terangnya.

Maria mengatakan, pernah menaklukkan tanjakan di Gunung Merbabu dan Merapi. Namun, tipe tanjakannya sama sekali tak menantang. Lurus dan pendek. 

Berbeda dengan Gunung Lawu yang penuh dengan kelokan. Ditambah lagi panasnya cuaca membuat tenaganya cepat habis saat mengayuh sepeda. 

’’Start-nya molor dan terlalu siang. Jadi, tenaga juga sudah terkuras sebelum finis,’’ jelasnya.

Lady cyclist lainnya yang juga mencapai garis finis adalah Sri Suyamti. Tingginya tanjakan tak menjadi masalah baginya. Justru panasnya cuacalah yang membuatnya terengah-engah menyentuh garis finis. 

Karena memang, dia terbilang sering mengikuti acara serupa. Selain Ngawi, acara di Kediri dan Jogjakarta pernah diikuti. 

’’Ingin memberi motivasi kepada yang muda-muda. Yang tua saja masih kuat,’’ jelas perempuan 29 tahun tersebut.

Tak mau kalah, Woro Kent. Meski tak mencapai garis finis, semangat perempuan 48 tahun ini patut diacungi jempol. 

Cedera kaki kanan sebelum mengikuti acara itu membuatnya hanya sampai pada pit stop 2 di terminal Ngrambe. Support dari teman-temannya membuat Woro kuat menahan sakit pada kakinya. 

‘’Karena saking inginnya ikut acara ini. Biarpun sakit, tetap nekat,’’ jelasnya.

Tanjakan jamus memang awam baginya. Sebelum berangkat, dia menyempatkan diri untuk searching di internet. Seperti gagal berekspektasi. 

Deskripsi dan gambar tanjakan hasil mesin pencarian itu tak seperti aslinya. Dia begitu terkejut saat melihat tanjakan yang tinggi dan berkelok tersebut. 

‘’Ada nggak kira-kira tanjakan lain yang bisa bikin muntah lagi? benar-benar keren,’’ pungkasnya. 

(mn/bel/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia