Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Features
Kelurahan Siaga Aktif

Ciptakan Lingkungan Sehat, Polcikes Berani Sita Puntung Rokok 

Senin, 16 Oct 2017 13:00 | editor : Budhi Prasetya

kampung kreatif

Trofi dan sertifikat Kelurahan Siaga Aktif Jawa Timur yang berhasil diraih Kelurahan Manguharjo Kota Madiun (Ist for Radar Madiun )

Warga Kelurahan Manguharjo selangkah lebih maju. Selain memiliki kepedulian tinggi soal kebersihan dan hidup sehat, mereka juga ingin produktif.  Beragam industri rumah tangga berkembang. Tanpa kecuali, rencana menjadikan Kelurahan Manguharjo sebagai kampung hidroponik.    

Dila Rahmatika, Madiun

LURAH Manguharjo Hartanto tengah berbincang serius dengan Heri Sulistyo, ketua Pelaksana PoskesKel Mahatsih. Dua kata terakhir itu akronim dari Pos Kesehatan Kelurahan Mangunharjo Sehat dan Bersih. 

Jangan heran saat bertandang di kelurahan yang berada di Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, bakal disuguhi istilah-istilah unik. 

‘’Kami berdua sedang berembuk menyiapkan acara bersih desa tanggal 21 Oktober nanti,’’ aku Hartanto yang menemui Heri di ruang kerjanya itu. 

Hati Hartanto dan Heri sedang berbunga-bunga. Sebab, Manguharjo baru saja mejuarai Kelurahan Siaga Aktif Jawa Timur. Piala diterima langsung Hartanto dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo 

Bersamaan upacara peringatan HUT ke-72 Provinsi Jatim di lapangan Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (12/10). Hartanto lantas menyebut 13 keunggulan program inovatif yang mengantarkan kelurahannya menjadi juara.

‘’Semua usulan dari warga dan kader kesehatan. Ini kemenangan kami bersama,’’ jelasnya. 

Nama ke-13 program yang mayoritas berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)  ini cukup menggelitik. Sebut saja  Gebrak Mahatsih, Kado Rembulan, Kaleng Madu, Madu PTM, Peluit Lurah, Macan Mahir, Celak Alesku, Kampung Ramlink, Danau Toba, Kenek Ambulan, hingga Pos Sobat Papa. 

‘’Kami sengaja memakai istilah-istilah unik agar mudah diingat sebelum dipahami,’’ terangnya. 

Tiga program yang menjadi unggulan adalah Kampung Ramlink (ramah lingkungan), Polcikes (polisi kecil kesehatan), dan Peluit Lurah (pelatihan usaha untuk meningkatkan keluarga sejahtera). 

Warga Dusun Gembel dengan cerdik memanfaatkan gas metan yang keluar dari proses penghancuran dan pembusukan sampah di TPA Winongo. 

‘’Biogas ini dipakai menggantikan elpiji untuk memasak. Idenya muncul saat harga elpiji naik,’’ papar Hartanto. 

Heri Sulistyo ikut pamer kebiasaan hidup bersih warga di kelurahannya. Polcikes, misalnya, ambil bagian agar setiap rumah bebas asap rokok. Polisi cilik kesehatan itu tak segan mengingatkan ayah-ayah mereka saat merokok sembarangan.  

‘’Ketahuan bapaknya merokok langsung disita, puntung dimasukkan ke kaleng. Sekarang sudah dua RW yang steril dari asap rokok,’’ ungkap ketua pelaksana POSKESKEL Mahatsih itu. 

Dia juga menjlentrehkan program Peluit Lurah yang memberdayakan kaum perempuan lewat beragam jenis usaha rumahan. Tak urung, ibu-ibu di Manguharjo lumrah memiliki usaha katering, membuat kue kering, dan kerajinan tangan. 

Mereka juga mengembangkan usaha sambal pecel. Bahkan, Heri menyebut nyaris semua rumah di salah satu RT membuat sambal pecel. 

‘’Tentunya taraf hidup keluarga akan meningkat,’’ yakinnya. 

Pun, Heri mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus digarapnya demi kemajuan Kelurahan Manguharjo. Dia mengangankan setiap rumah yang ada membudidayakan tanaman hidroponik. 

Ada delapan RW yang menjadi pilot project. Jika program ini kelak sukses, maka Kelurahan Manguharjo kelak bakal dikenal dengan sebutan kampung hidroponik. 

‘’Kami juga akan mempopulerkan kuliner khas Mangunharjo,’’ ujarnya. ****

(mn/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia