Rabu, 19 Dec 2018
radarmadiun
icon featured
Hukum & Kriminal

Gugatan Praperadilan Gugur, Sri Winarti Tetap Tersangka 

17 Oktober 2017, 16: 15: 59 WIB | editor : Budhi Prasetya

Hakim tunggal Supid Arso Hananto menunjukkan surat izin dari kuasa hukum pemohon kepada termohon yang tidak hadir dalam sidang putusan praperadilan, Jumat (13/10).

Hakim tunggal Supid Arso Hananto menunjukkan surat izin dari kuasa hukum pemohon kepada termohon yang tidak hadir dalam sidang putusan praperadilan, Jumat (13/10). (Muhammad Budi/Radar Pacitan)

PACITAN - Pupus sudah upaya Sri Winarti untuk lepas dari jeratan hukum yang membelitnya. Ini setelah  hakim Pengadilan Negeri (PN) Pacitan menggugurkan gugatan praperadilan pada sidang Jumat (13/10) lalu. 

Dalam amar putusannya setebal 30 halaman, Hakim tunggal Supid Arso Hananto menganggap tidak ada alasan atau dalil hukum yang kuat untuk mengabulkan permohonan praperadilan yang dilayangkan kuasa hukum Sri Winarti, Andi Rasidi. 

Mengacu Pasal 82 ayat 1 huruf d KUHAP. Pertimbangan lainnya adalah materi pokok perkara kasus itu sudah disidangkan. 

‘’Apabila permohonan praperadilan diterima, proses pemeriksaan materi pokok perkara bakal terganggu. Hal ini bisa menciptakan ketidakpastian hukum,’’ tegas Supid dalam amar putusan yang dibacakannya.

Menanggapi hasil sidang, kuasa hukum termohon dari Kejari Pacitan, Marvelous mengungkapkan putusan hakim sudah tepat. Saat ini pihaknya tinggal fokus pada pembuktian perkara pokok yang menjerat Sri Winarti. 

‘’Yang jelas, putusan hakim praperadilan ini sudah menunjukkan keadilan,’’ jelas Marvel usai persidangan.

Terpisah, Kuasa Hukum Sri Winarti, Andi Firasadi mengaku menerima hasil putusan hakim tersebut. Namun, pihaknya tetap menyesalkan karena proses persidangan yang diharapkan bisa dipercepat tidak dapat dipenuhi. 

Sebelumnya, dia berharap sidang praperadilan bisa diputus Rabu (11/10). Sayang, keinginan itu ditolak majelis hakim. 

‘’Biasanya kalau kami mengajukan (gugatan) praperadilan, sehari setelah pendaftaran perkara langsung dikirim surat pemberitahuan itu. Seharusnya ketika kami mengajukan Kamis lalu (28/9), tiga hari setelahnya bisa langsung disidangkan. Ternyata tidak bisa,’’ keluhnya.

Diketahui, sidang praperadilan Sri Winarti berakhir antiklimaks. Sempat menggebu-gebu di awal, kuasa hukum pemohon memilih izin tidak hadir dalam prosesi persidangan. Praktis, hanya pihak termohon dari Kejari Pacitan yang hadir. 

Sidang putusan yang dilangsungkan di PN Pacitan itu pun berlangsung landai. Sidang juga berjalan singkat. Meski begitu, sidang putusan praperadilan tetap mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. 

(mn/her/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia