Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Ngawi

Pengguna Jalan Keluhkan Truk Pengangkut Material tanpa Penutup Terpal

Selasa, 17 Oct 2017 19:00 | editor : Budhi Prasetya

material tambang

Truk tambang melintas di jalan raya Ngawi-Paron tanpa menggunakan terpal penutup, Jumat (13/10)  (Icuk Pramono/Radar Ngawi)

NGAWI – Pengguna yang melintas di wilayah Ngawi perlu ekstra hati - hati dan lebih sabar.  Sebab, masih ada truk yang melintas di jalanan kota setempat kerap tidak dilengkapi terpal penutup material tambang yang diangkutnya. 

’’Gara-gara adanya debu dari truk itu jadi tidak bisa melihat ke depan. Kalau ngerem mendadak atau oleng bisa menimbulkan kecelakaan,’’ ungkap Arif Gunawan, salah seorang pengendara kepada Jawa Pos Radar Ngawi.

Pria asal Kecamatan Karangjati itu mengaku kerap menjumpai adanya truk yang bandel tersebut. Pun dirinya mengaku mengalami susahnya berkendara di belakang truk material itu. 

Sebab, setiap harinya Arif harus berkendara dari rumahnya menuju Ngawi untuk bekerja. Untuk mengurangi risiko, pekerja leasing itu sengaja memakai masker dan menutup kaca helm. 

’’Yang terpenting tidak kena mata. Tetapi ya tetap ganggu,’’ bebernya.

Arif berharap pihak terkait peka terhadap kondisi tersebut. Baik kepolisian ataupun Dishubkominfo. Truk yang tidak menutup bak berisi material tambang sebaiknya ditindak tegas. 

Entah peringatan, tilang ataupun tindakan lainnya. Sikap tegas itu diharapkan mampu memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran sopir truk. 

’’Jadi muatannya tidak mengganggu pengendara lainnya. Masak yang ditindak cuma sepeda motor yang nggak lengkap saja. Padahal itu lebih bahaya,’’ protesnya.

Kondisi serupa juga kerap dirasakan olah Burhanudin. Untuk menghindari debu yang berasal dari muatan truk, pria yang dijumpai beristirahat pinggiran jalan Ngawi-Paron tersebut memilih untuk menjaga jarak. 

’’Kalau ada truk seperti itu, saya pilih di belakang saja. Mata sakit,’’ imbuhnya.

Pantuan wartawan ini, kebanyakan truk tidak berpenutup tersebut berasal dari sejumlah kawasan pertambangan di wilayah Ngawi. Diperkirakan masing-masing membawa muatannya ke lokasi pembangunan tol. 

Muatannya dijadikan sebagai tanah urug tol. Hal tersebut terbukti dari jalur kendaraan yang dilintasi. Yaitu rute tambang menuju tol. Baik wilayah Kecamatan Padas, Kasreman, Pitu, Paron, Kedunggalar hingga Ngawi kota. 

Sementara, Kasat Lantas Polres Ngawi, AKP Rukimin mengaku jika pihaknya tidak mentolerir tindakan sopir yang tidak melengkapi kendaraannya dengan penutup. Sebab keberadaannya mengganggu penguna jalan lainnya. 

Menurutnya, jika pihaknya menemukan kendaraan dengan ciri tersebut anggotanya bakal melakukan penghadangan. Masing-masing dikenakan sanksi tilang. 

’’Tidak ada ampun, kalau terbukti kami hentikan dan tilang,’’ tegasnya.

Sayangnya, sopir truk kerap mengajak kucing-kucingan dengan petugas. Saat pihaknya tidak melakukan penjagaan lantaran istirahat atau bahkan kegiatan lainnya, tingkah sopir truk menjadi. 

Mereka memilih tidak memasang terpal penutup kendaraan. Dari sejumlah pemeriksaan saat dilakukan penghadangan, mereka berdalih lupa hingga diuber setoran. 

’’Kadang mereka juga saling beri kabar satu sama lain melalui handphone jika ada petugas razia,’’ ungkapnya. 

(mn/odi/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia