Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Features
Komunitas Runners 

Takut Betis Besar Alasan Perempuan Susah Diajak Gabung NRR

Kamis, 19 Oct 2017 17:00 | editor : Budhi Prasetya

Para anggota NRR terus mengkampanyekan olahraga lari di Ngawi.

Para anggota NRR terus mengkampanyekan olahraga lari di Ngawi. (Ist for Radar Ngawi )

Komunitas Ngawi Ramah Runners (NRR) Ngawi patut diacungi jempol. Misinya membiasakan masyarakat berolahraga. Salah satunya dengan lari. Meski hanya beranggotakan 20 orang, mereka tak henti - hentinya terus berupaya membudayakan olahraga lari. 

LODITYA FERNANDEZ, Ngawi 

SEJUMLAH remaja terlihat berkumpul di salah satu sisi Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi. Seluruhnya menggunakan setelan kaus olahraga lengkap dengan sepatu. 

Usai streching (pemanasan, Red), satu persatu remaja itu memulai berlari mengelilingi Alun - alun. Ya, mereka adalah anggota Komunitas Ngawi Ramah Runners (NRR)

’’Lebih sering di alun-alun, salah satunya untuk promosi komunitas NRR, ’’ ujar Sofia Yunika Sari, salah seorang pengurus komunitas NRR.

Komunitas ini muncul berkat Sofia dan Guntur Wijanarko. Awalnya, keduanya tergabung dalam Madiun Runner. Hingga akhirnya dilakukan pendataan anggota di komunitas tersebut. 

Lantaran sama-sama dari Ngawi, keduanya pun berangan–angan untuk membentuk komunitas serupa di Ngawi. Rencana tersebut disampaikan ke sejumlah kenalan. 

Gayung bersambut, sejumlah kenalan mereka tidak berkeberatan bergabung. Akhirnya, 9 April lalu digelar meet up untuk pertama kalinya. 

’’Saat itu juga komunitas NRR dibentuk. Awalnya pengen Ngawi Runners cuma karena di IG sudah ada akhirnya pake NRR itu,’’ jelasnya.

Meski belum genap setahun anggota komunitas mencapai 20 orang. Masing-masing terdiri dari pelajar, mahasiswa hingga pekerja kantoran. 

Masing-masing didapat dari obrolan mulut ke mulut. Tidak jarang, upaya ekstra dilakukan untuk membujuk para anggota baru. 

’’Misalnya untuk perempuan. Biasanya sulit gabung karena takut betisnya besar,’’ ungkapnya.

Tidak hanya dari obrolan, anggota komunitas ini berkembang berkat kegiatan rutin yang digelarnya setiap minggu. Saat akhir pekan sekitar pukul 06.00, anggota NRR berkumpul di Alun-Alun Merdeka bersamaan dengan diadakannya CFD. 

Masing-masing lari keliling alun-alun hingga kawanan Ngawi kota. Tidak ada patokan berpa jarak yang harus ditempuh.   

’’Karena masih baru yeng penting rutin dulu sambil cari anggota di alun-alun dan wilayah Ngawi kota,’’ imbuhnya.

Meski begitu, secara bertahap NRR bakal menambah jarak lari yang dijadikan menu playon (lari-lari,Red) yang jadi kegiatan komunitas NRR tiap minggunya. 

Tidak hanya di kawasan kota, nantinya juga ke sejumlah tempat wisata yang ada di Ngawi. Bahkan, nantinya komunitas ini bakal  bergabung dalam sejumlah event lari di luar kota lainnya.   

’’Biasanya digelar oleh Indorunner, indukan komunitas lari atau lainnya. Ada satu dua anggota NRR yang mulai ikut,’’ bebernya.

Meski komunitas anyar berbagai pengalaman unik dialami oleh anggota NRR. Saat bulan Ramadan, komunitas ini rajin playon malam, selepas tarawih. 

Lantaran belum biasa, wajar jika kegiatan tersebut kerap mencuri perhatian. Terutama perhatian remaja yang tengah asyik ngopi. Tidak heran kegiatan tersebut sering mengundang cibiran atau pandangan miring lainnya. 

’’Cuma kami santai saja. Kadang ada yang bilang kurang kerjaan, tapi kalau ada kesempatan ya kami jelaskan. Bahkan kalau bisa diajak gabung,’’ tuturnya. **** 

(mn/odi/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia