Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Ngawi

Dua Titik Jembatan Dungus Amblas Dilewati Truk Over Tonase 

Jumat, 20 Oct 2017 14:00 | editor : Budhi Prasetya

jembatan rusak

Jembatan lama Dungus ditutup penuh DPU-TR Ngawi, Senin (16/10).  (Wahyu Budianto/Radar Ngawi )

NGAWI – Jembatan lama Dungus ditutup. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Ngawi sengaja menutup jembatan itu untuk proses perbaikan.  

Ini setelah diketahui adanya kerusakan pada jembatan pasca dilewati truk pengangkut precast beton. 

’’Ada dua titik amblas, membahayakan kalau dibiarkan,’’ ujar Muhammad Fauzi Amir Rachman, kasi Teknik Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUTR Ngawi, Senin (16/10).

Dirinya tidak menampik penyebab kerusakan jembatan yang berada di Kelurahan Margomulyo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi itu karena unsur over tonase kendaraan yang melintas. 

Sebenarnya, kata dia, jembatan tersebut diperuntukkan bagi kendaraan kecil seperti sepeda motor, becak, dan minibus. Bukan untuk kendaraan truk apalagi mobil proyek pengangkut beton yang rata-rata beratnya mencapai 6 sampai 8 ton. 

Sedangkan selama ini, terutama dalam waktu-waktu tertentu banyak kendaraan dengan bobot yang mengabaikan kemampuan jembatan. 

’’Padahal hal itu membahayakan, kalau dibiarkan bisa bolong itu konstruksi jembatan,’’ ucap Fauzi. 

Pihaknya pun terpaksa menutup jembatan seharian untuk memperbaiki jembatan. DPUTR menerjunkan sedikitnya delapan pekerja untuk mengganti bantalan dan menambal lubang di permukaan jembatan. 

Penutupan dimulai sejak sekitar pukul 07.00 Wib hingga sore hari. Setelah itu, jembatan kembali dibuka dan dapat dioperasionalkan seperti semula. 

’’Sebentar perbaikannya, tapi ketahanannya juga sama kalau tidak diperbaiki total,’’ ujarnya. 

Dia memerinci, sedikitnya ada empat jembatan dengan kondisi serupa di Ngawi dan butuh sentuhan perbaikan. Selain jembatan lama Dungus, ada dua jembatan di wilayah Kecamatan Geneng. Selain itu di Pangkur dan Pitu. 

Dia mengatakan, akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi untuk memberikan portal dan tanda batas bobot jembatan. Sebab, wilayah tugas penambahan rambu tersebut ada di bawah dishub. 

’’Kami akan koordinasi ke dishub supaya memasang portal dan rambu peringatan di tiap jembatan itu,’’ jelas Fauzi. 

Sementara, Plt Kadishub Ngawi Gigih Wiyono mengaku akan mengusulkan rambu tersebut di anggaran tahun depan. Itu sebagai peringatan dari petugas terhadap para pengendara yang masih membandel. 

’’Nanti akan kami usulkan,’’ tandasnya. 

(mn/ian/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia