Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Kota Madiun

Limbah Tahu Bikin Sewot DLH

Kamis, 02 Nov 2017 19:41 | editor : Budhi Prasetya

Limbah pabrik tahu yang berlokasi di sekitaran Kali Catur kerap dikeluhkan warga sekitar

Limbah pabrik tahu yang berlokasi di sekitaran Kali Catur kerap dikeluhkan warga sekitar (Dok/Radar Madiun)

MADIUN - MAsih ada lagi permasalahan pabrik di Kota Madiun yang dituding bermasalah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun juga sewot dengan sikap pemilik usaha dagang (UD) produksi tahu di Kelurahan Demangan  yang mengabaikan pengolahan limbah. 

Dinas yang dikepalai Suwarno itu menyatakan UD Mekar Sari II tidak memenuhi sejumlah persyaratan. 

‘’Kami sudah komunikasikan dengan pemilik UD, tapi tidak diindahkan. Akhirnya muncul laporan (ke polisi) soal keluhan limbah,’’ kata Suwarno, Selasa (31/10).

Suwarno mengaku sempat melakukan uji laboratorium sampel limbah pabrik tahu tersebut ke Surabaya. Hasilnya, limbah tidak memenuhi baku mutu hingga menebarkan bau busuk. 

Berbekal hasil uji laboratorium itu, Suwarno berani menyimpulkan tempat pengolahan limbah UD Mekar Sari II yang berdekatan dengan Kali Catur ini tidak memenuhi standar. 

‘’Sudah otomatis, tempat pengolahan harus diperbaiki karena hasil uji lab limbah di bawah baku mutu,’’ tegasnya.

Dia tidak memungkiri pemilik  UD Mekar Sari II sudah mengantongi kelengkapan izin usaha. Mulai IMB hingga hinder ordonantie (HO) atau izin gangguan yang jatuh temponya November 2018 mendatang. 

Pun tanda daftar industri (TDI) dan tanda daftar perusahaan (TDP) sudah dikantongi pengelola pabrik tahu itu sejak tahun 2012. 

Namun, Suwarno menegaskan jika operasional pabrik seluas 529 meter persegi itu terindikasi mengabaikan sejumlah kaidah ramah lingkungan. Terlebih terkait urusan limbah. 

Buktinya, muncul keluhan warga seputar aktivitas pabrik yang berdiri sejak 10 tahun lalu itu. Surat teguran yang dilayangkan DLH tidak serta merta diindahkan pemilik UD Mekar Sari II. 

‘’Kami sudah berkorban menguji lab, kirim teguran tertulis juga, tapi tidak ada tanggapan positif,’’ paparnya. 

Buntut pengabaian itu, warga yang jengah memilih melapor ke polisi. Suwarno mengaku siap jika penyidik meminta bantuan dinasnya untuk mejadi saksi ahli kasus dugaan pelanggaran pasal di UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup itu. 

‘’Polisi pasti akan berkoordinasi dengan DLH terkait kasus-kasus seperti ini,’’ terangnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, limbah UD Mekar Sari II memicu keluhan para karyawan gudang makanan ringan yang berada di sebelah utara pabrik. Widodo, salah seorang karyawan, menyebut limbah asap masuk ke gudang setiap pagi. 

‘’Sekitar dua jam, mulai pukul 07.00 sampai 09.00. Kami seperti pengisap asap pasif,’’ ujarnya.

Miko, karyawan lainnya, mencatat tidak ada perbaikan sejak limbah pabrik tahu itu disorot DLH dan ditelisik polisi beberapa bulan lalu. Dia merasa terganggu saat beraktivitas. 

‘’Bau busuk setiap pagi memenuhi seluruh gudang,’’ ungkapnya. 

(mn/naz/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia