Rabu, 19 Dec 2018
radarmadiun
icon featured
Kota Madiun

Habiskan Sisa Hidup di Bangunan Semipermanen 

06 November 2017, 14: 37: 51 WIB | editor : Budhi Prasetya

potret keluarga miskin

Tajem dan Sutini, pasangan lansia warga Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo yang bertahan hidup di bangunan semi permanen tepi Bengawan Madiun. (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN - Potret kemiskinan yang tidak jauh beda juga terlihat dari kehidupan pasangan Suro Karjo Tajem dan Sutini. Pasangan lanjut usia itu tercatat sebagai warga Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. 

Tajem - panggilan akrab Suro Karjo Tajem- hidup bersama Sutini, istrinya, di sebuah bangunan semipermanen. Tidak semua sisi bangunan berdinding batu bata. 

Sebagian ditutup dengan anyaman bambu alias gedek. Lantainya bepermukaan semen. Tajem dan Sutini menyebut tempat tinggalnya yang berada di RT 19/RW 6 itu sebagai rumah. 

‘’Kami sudah tidak kuat bekerja,’’ sesal Sutini. 

Maklum, usia Tajem kini berajak ke angka 80. Sementara Sutini lebih muda dua tahun. Ironisnya, tanah dan bangunan semipermanen di tepi Bengawan Madiun itu bukan hak milik keduanya. 

Tetangga yang iba hati merelakan keluarga Tajem tinggal di situ. Pasutri ini tinggal bersama seorang anaknya yang bekerja serabutan. 

‘’Awalnya pindah-pindah cari sewaan. Saya punya tujuh anak, enam sudah berkeluarga semua,’’ ungkap Sutini.

Tajem dan Sutini selama ini memanfaatkan jatah fasilitas kesehatan gratis. Beberapa waktu lalu Tajem terjatuh hingga membuatnya tidak dapat berjalan. 

Dia harus merangkak menggunakan pinggulnya untuk berpindah tempat. Sutini mengaku pasrah dengan kondisi yang kini dialami. Dia malah merasa bersyukur lantaran ketujuh anaknya sempat mengenyam bangku sekolah. 

‘’Kami tidak ingin merepotkan anak-anak,’’ ucapnya. 

(mn/naz/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia