Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Tilap Duit Rp 89 Juta, Kepala Koperasi Masuk Bui

Rabu, 08 Nov 2017 16:00 | editor : Budhi Prasetya

penggelapan duit koperasi

Supar resmi jadi tersangka kasus penggelapan  (Ist for Radar Ngawi)

NGAWI – Ulah Supar ibarat ini seperti bunyi pepatah pagar makan tanaman. Bagaimana tidak, Jabatan sebagai kepala koperasi SAE Cabang Sine, justru dimanfaatkannya untuk menggerogoti keuangan kantor tempatnya bekerja. 

Alhasil warga Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar itu harus berurusan dengan polisi. Ini setelah dirinya diduga melakukan praktik culas menilap duit kantor sebesar Rp 89 juta. 

’’Dari hasil penelusuran diduga uang tersebut digelapkan oleh pelaku (Supar, Red),’’ ujar Kasubaghumas Polres Ngawi AKP Eko Setyo Martono, Senin (6/11).

Dia menambahkan, Supar ditangkap pada hari Jumat (3/11), berawal dari laporan Rina Damayanti. Petugas audit internal koperasi SAE itu melaporkan tindakan culas pelaku sepekan sebelumnya. 

Rina menemukan kejanggalan dalam pembukuan koperasi yang dikepalai Supar. Muncul kerugian mencapai Rp 89 juta dalam audit yang dilakukannya sejak 8 hingga 11 September lalu. 

’’Dari hasil penelusuran diduga uang tersebut dilarikan oleh pelaku (Supar, Red),’’ ungkap Eko. 

Usai mendapatkan laporan petugas pun bergagas melakukan pemeriksaan. Dimulai dengan keterangan pelapor hingga sejumlah saksi lainnya. Di antaranya petugas administrasi, kasir, surveyor, dan empat perwakilan nasabah bank. 

’’Laporan auditor, aplikasi perjanjian utang, surat pernyataan nasabah dan pelaku serta surat tugas pelaku,’’  bebernya.

Dalam pemeriksaan tersebut, kata dia, petugas berhasil mengungkap kecurangan dan rincian kerugian yang diakibatkan Supar. Menurutnya Supar diketahui tidak menyetorkan uang nasabah sebesar Rp 62 juta. 

Supar juga telah mengajukan nasabah fiktif dengan kerugian Rp 21 juta. Pelaku juga telah memanipusi nilai pinjaman nasabah dengan kerugian Rp 6 juta. 

’’Jadi dari modus kejahatan yang dilakukannya, kerugian total koperasi sebesar Rp 89 juta,’’ ujarnya.

Awalnya Supar hanya berstatus sebagai saksi. Namun hasil perkembangan penyidikan berkata lain, hingga akhirnya Supar mengakui perbuatannya saat menjalani pemeriksaan lanjutan. 

’’Akhirnya kami tetapkan sebagai tersangka dan lakukan penahanan di rutan Polres Ngawi, Jumat (3/11), ’’ ungkapnya.

Perwira dengan tiga balok di pundak itupun mengungkapkan jika Supar bakal dijerat dengan pasal 374 KUHP subsider pasal 378 KUHP tentang penggelapan. Menurutnya ancaman yang dikenakan empat tahun penjara. 

(mn/odi/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia