Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Ngawi

Pajero Sport Remuk Tabrak Beton Pembatas Jalan  

Jumat, 10 Nov 2017 13:35 | editor : Budhi Prasetya

Mitsubishi Pajero Sport remuk

Kondisi Mitsubishi Pajero Sport nopol AD 144 AH rusak parah akibat kecelakaan di jalan raya Ngawi-Mantingan, Desa Sambirejo, Mantingan, Ngawi, jadi tontonan warga (Loditya Fernandez/Radar Ngawi)

NGAWI – Gara-gara orang gila, mobil seharga ratusan juta ringsek. Mobil Mitsubishi Pajero Sport nopol AD 144 AH yang diketahui milik Diah Kurniawati, rusak parah setelah mengalami kecelakaan di jalan raya Ngawi-Mantingan, pada Senin malam (6/11). 

Informasi yang dihimpun, Slamet, sopir pribadi Diah Kurniawati, melaju dari arah Mantingan menuju Ngawi dengan kecepatan tinggi. Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Magetan, dalam perjalanan pulang usai mengantarkan kerabat majikannya di Solo. 

Saat di sekitar TKP, Slamet kaget saat mengetahui ada orang menyeberang jalan. Spontan dia membanting setir. Nahas, mobil mahal itu justru oleh dan menabrak beton pembatas dan pohon mangga di pinggir jalan.  

‘’Akhirnya nabrak cor-coran pembatas dan selanjutnya menabrak pohon mangga,’’ ungkap Ferdi Mahendra, salah seorang warga kepada Jawa Pos Radar Ngawi. 

Ungtungnya, Slamet masih selamat. Sopir berumur 33 tahun itu tertolong airbag mobil yang mengembang saat terjadi benturan. Slamet hanya mengalami luka babras di tangan, pipi dan dahi. 

’’Tidak menyangka ternyata sopir selamat dan masih sadar. Akhirnya kami bawa ke Puskesmas Sambirejo,’’ ujar Ferdi.

Usai kejadian petugas unit laka Satlantas Polres Ngawi pun mendatangi lokasi kejadian. Olah tempat kejadian perkara (TKP) pun digelar. Sebagian petugas mulai meminta keterangan saksi dan warga sekitar lokasi. 

’’Kendaraan kami derek dan amankan di Pos Kedunglengki,’’ ujar Kasat Lantas Polres Ngawi, AKP Rukimin. 

Ruki –sapaan akrab Rukimin – membenarkan kecelakaan tersebut lantaran pengemudi berusaha menghindari orang gila yang tiba-tiba menyeberang jalan. Upaya banting setir Slamet membuat mobil oleng hingga akhirnya menabrak pembatas jalan. 

Meski begitu, dirinya menduga jika kecelakaan tersebut juga akibat laju kendaraan yang cukup tinggi. Perwira dengan tiga balok di pundak meminta agar pengendara meningkatkan kewaspadaan. 

’’Selalu memperhatikan arus di depannya juga tidak melaju dengan kecepatan tinggi. Apalagi musim peghujan, jalan juga jadi licin,’’ ungkapnya. 

(mn/odi/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia