Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Rumah Sumarjoko Disatroni Pencuri 

Jumat, 10 Nov 2017 13:59 | editor : Budhi Prasetya

rumah koruptor disatroni maling

Rumah Sumarjoko selama ini tampak sepi. Pintu gerbang maupun rumah mantan kepala bappeda litbang itu pun selalu tertutup. (Andi Chorniawan/Radar Magetan)

MAGETAN – Rumah mantan kepala bappeda litbang Sumarjoko di Jalan Raya Sukomoro-Maospati masuk Dusun Sungwi, Desa Sugihwaras, Maospati, menjadi sasaran percobaan pencurian. 

Pelaku memilih kabur sebelum sempat menjarah harta benda dari rumah terdakwa perkara dugaan korupsi sepatu PNS itu. ‘’Katanya sih tidak ada uang atau perhiasan yang hilang, tapi masih dicek,’’ kata Kepala Dusun Sungwi Alif Siswanto, Selasa (7/11). 

Alif mengatakan, berdasarkan keterangan Inez, anak Sumarjoko, percobaan pencurian itu bermula saat Inez baru selesai mandi sekitar pukul 07.30 Wib. Ketika keluar dari kamar mandi, dilihatnya seorang pria yang tidak dikenal berada dalam rumah. 

Pun pria itu tampak terkejut mengetahui kedatangannya dipergoki penghuni rumah. Merasa ada yang tidak beres, Inez langsung lari ke kamar untuk bersembunyi. 

‘’Saat di dalam kamar itu dia menelepon ibunya,’’ ujar Alif. 

Menurut dia, sang maling itu memilih kabur bersamaan ketika Inez lari bersembunyi dalam kamar. Pasalnya ketika berada di kamar, Inez terus berteriak minta tolong. Kemungkinan, si pencuri khawatir teriakan tersebut didengar tetangga lainnya. 

Alif mengungkapkan, baik sebelum maupun sesudah Sumarjoko tersandung kasus sepatu kondisi rumah memang terlihat sepi. Pintu gerbang dan rumah selalu tertutup. 

Sedangkan pasca-Sumarjoko ditahan, rumah yang bangunannya memanjang sekitar 20 meter dan bertingkat di bagian belakang itu hanya ditempati tiga orang. Yakni, Suprihatin, istrinya, Inez, dan adiknya yang baru kelas IX SMP. 

‘’Pengakuan Inez semua pintu depan sudah dikunci semua,’’ jelasnya. 

Kanit Reskrim Unit I Polres Magetan Ipda Henrico Suharsono yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyatakan, kuat dugaan pelaku masuk ke dalam rumah melalui tembok bagian depan. 

Setelah memanjat, lalu merayap di genteng hingga sampai ke bagian belakang. Setibanya di sana, pelaku lalu masuk ruang utama dengan cara merusak pintu. Itu terlihat dari adanya kerusakan engsel pada bagian atas. 

‘’Soalnya, keterangan anak (Inez, Red) sempat mendengar ada suara kretek-kretek dari atas rumah,’’ ujarnya sambil menyebut tidak menemukan barang bukti (BB) dari hasil olah TKP. 

Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Magetan AKP Suyatni menyebut, pelaku memilih kabur tanpa sempat mengambil harta benda korban. Pun Inez dan si pencuri sempat saling berpapasan dan sama-sama kaget. 

‘’Anaknya melihat pelaku lari menuju tangga. Setelah itu, dia tidak mengetahui kemana lagi arah larinya. Kemungkinan pelaku juga kaget karena ternyata masih ada penghuni dalam rumah,’’ ujarnya sambil menyebut jika motif percobaan pencurian itu murni mengincar barang berharga dari rumah yang terlihat kosong.

Inez, lanjut Suyatni, mengaku sempat melihat wajah pelaku. Namun tidak mengenali apakah termasuk tetangga atau orang jauh. Usianya parobaya dan berperawakan cukup gemuk. Sedangkan tinggi badan sekitar 165 sentimeter. 

‘’Pelaku masih dalam penyelidikan,’’ tandasnya.

(mn/cor/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia