Rabu, 23 Jan 2019
radarmadiun
icon featured
Mejayan

Kantor Sudah Siap, Pegawainya Belum Lengkap 

10 November 2017, 23: 35: 12 WIB | editor : Budhi Prasetya

Selain Satpol PP, Dinperdakop dan UM Pemkab Madiun juga alami krisis pegawai

Selain Satpol PP, Dinperdakop dan UM Pemkab Madiun juga alami krisis pegawai (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

MADIUN – Krisis pegawai tak hanya melanda satpol PP. Namun juga dirasakan dinas perdagangan koperasi dan usaha mikro (dinperdakop dan UM). 

Padahal, organisasi perangkat daerah (OPD) ini dibebani tugas baru berupa menera ulang alat-alat ukur takar timbangan dan perlengkapannya. Tak ayal, pelimpahan kewenangan dari Pemprov Jatim ini membuat dinperdakop dan UM kebingungan. 

Kepala Dinperdakop dan UM Kabupaten Madiun Anang Sulistyo mengatakan, saat ini pihaknya membutuhkann enam personel tambahan untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dinperdakop dan UM. 

Sebab, dari Pemprov Jatim hanya melimpahkan dua pegawainya ke pemkab. Sementara dari dinperdakop dan UM hanya menyiapkan dua personel. 

‘’Dua orang itu sudah memiliki kompetensi menera. Juga, sudah pegang stempel tera,’’ tegasnya.

Dikatakan Anang, jumlah pegawai negeri sipil (PNS) dinperdakop dan UM memang sangat minim. Kekurangan enam personel itu belum termasuk driver yang bakal mengoperasikan kendaraan operasional. 

‘’Kami menyerahkan kekurangannya kepada BKD (Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan, dan Pelatihan, Red),’’ terangnya.

Masalah kekurangan tenaga itu semakin parah. Sebab, tahun ini PNS dinperdakop dan UM harus ditinggal 14 PNS yang memasuki masa purnatugas sehingga jumlah personelnya semakin terpangkas.

Saat ini pun, satu kepala bidang hanya dibantu oleh dua kasi. Kasi itu tidak memiliki staf untuk membantu tugas-tugas mereka. 

‘’Padahal, mulai tahun depan sudah harus berjalan. Karena perdanya saat ini dalam masa pembahasan dan sebentar lagi digedok,’’ tegasnya.

Kantor UPT Meteorologi itu pun sudah dipersiapkan. Yakni, di depan eks kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun. 

Pemilihan kantor tersebut lantaran halaman yang luas. Sehingga para pedagang yang hendak menera ulang alat ukur timbangan lebih leluasa. 

‘’Kantor dan alatnya sudah siap. Tinggal tenaganya yang belum maksimal,’’ pungkasnya. 

(mn/jpk/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia