Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Kota Madiun

Lelang Jabatan Cari The Right Man on The Right Place

Jumat, 10 Nov 2017 23:45 | editor : Budhi Prasetya

lelang jabatan pemkot madiun

Kursi kepala BKD Kota Madiun kini menunggu pejabat definitifnya  (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN - Puluhan pejabat eselon III di lingkup Pemkot Madiun langsung menyerbu sekretariat panitia seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama. Mereka ngebet mengisi lima posisi yang resmi dilelang sejak pertengahan Oktober lalu. 

Baik posisi kepala dinas perpustakaan dan kearsipan (disperpus), dinas pertanian dan ketahanan pangan (disperta KP), dinas pendidikan (dindik), badan kepegawaian daerah (BKD), serta sekretaris dewan (Sekwan). 

‘’Ada sekitar 30 pejabat yang mendaftar, dan lima-limanya sudah memenuhi minimal empat pendaftar,’’ kata Maidi, ketua panitia seleksi (pansel) JPT, Rabu (8/11). 

Maidi mengatakan, terpenuhinya syarat minimal itu membuat pihaknya melanjutkan proses ke tahap selanjutnya. Soal posisi yang paling banyak diminati pendaftar hingga yang sepi peminat, Maidi tidak hafal mengingat dia sedang dinas luar. 

‘’Dengan sudah terpenuhi, artinya lima posisi bisa masuk ke assessment,’’ terangnya.

Pansel awalnya harap-harap cemas dalam pemenuhan kuota empat pendaftar di masing-masing posisi. Namun, dalam praktiknya, animo ASN (aparatur sipil negara) ternyata positif. 

Hanya hitungan hari, setelah dibuka per 17 Oktober lalu, sudah ada belasan ASN yang mendaftarkan diri. Menurut Maidi, itu bisa jadi contoh jika ASN Kota Madiun punya semangat memacu diri dalam mengembangkan karir. 

‘’Tapi, bagaimanapun hasil assessment yang menentukan,’’ tekan Maidi. 

Digelarnya assessment center disebut Maidi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Tujuannya menyediakan profil kompetensi para pejabat eselon III yang mendaftar. 

Pengukuran sistematis menggunakan metode assessment center dapat dimanfaatkan pemegang kebijakan kepegawaian sebagai bahan pertimbangan dalam pembinaan dan pengembangan aparatur. 

‘’Sehingga tidak ada lagi karir macet, mutasi karena like and dislike, tapi murni karena kemampuan,’’ tegas Maidi. 

Pria yang juga sekda itu menegaskan assessment sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab, dengan cara itu, kemampuan pejabat dapat diketahui dari berbagai bidang. 

Maidi menegaskan assessment diberlakukan untuk mengembangkan proses penilaian kemampuan PNS berbasis kompetensi dalam menempatkan job di jabatan tertentu. 

Selain itu, untuk meningkatkan dukungan SDM sesuai prinsip the right man on the right place dalam meningkatkan kinerja pemerintah daerah. Baik dari sisi kapasitas maupun kapabilitas calon pemimpin. 

‘’Sehingga benar-benar berkualitas dari sisi kemampuan. Dengan begitu, program kerja dapat dijalankan dan dieksekusi degan baik,’’ tegas Maidi. 

Maidi menjamin pansel bersih dari intervensi. Sebab, hasil assessment tersebut sangat rinci dan dapat dipertanggungjawabkan. 

(mn/naz/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia