Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Ngawi

Kelanjutan Pembangunan Jalan Lingkar Utara Ngawi Belum Jelas 

Selasa, 02 Jan 2018 13:45 | editor : Budhi Prasetya

Jalan Lintas Utara Ngawi

Pemkab butuh dana besar untuk melanjutkan proyek JLU yang terhenti selama bertahun-tahun.   (Satrio Jati Waskito/Radar Ngawi)

NGAWI – Pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) Ngawi bertahun -tahun  terhenti. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Ngawi belum melanjutkan pengerjaan proyek tersebut. 

Pasalnya DPUPR terkendala proses pengadaan lahan yang diprediksi memakan waktu lama. ’’Paling minim tiga tahun pembebasan lahan, itupun belum karuan terbebas semua,’’ ucap Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Mohammad Sadli. 

Dia mengatakan, sampai akhir 2017 tahapan baru sampai pada feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Padahal masih dibutuhkan kajian khusus secara menyeluruh dan mendalam terhadap aspek teknis, ekonomi, keuangan, sampai lingkungan atas pembangunan tersebut. 

Hasilnya, ada tiga pilihan jalur sebagai alternative yang bisa dipilih untuk pembangunan jalan lingkar tersebut. Ada yang melalui desa Kerek, Tawun, atau Selopuro.

’’Kami masih pilah mana yang paling efektif, ditentukan nanti setelah disurvei,’’ paparnya. 

Pria asal Makassar itu mengungkapkan, tindak lanjut dari FS yang telah dilakukan baru dimulai tahun depan. DPUPR bakal melakukan survey investigasi untuk melangkah ke tahapan pengadaan lahan. 

Sadli mengatakan, survei investigasi itu juga dilakukan untuk menghitung segi pembiayaan yang dibutuhkan, serta kultur masyarakatnya. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, dibutuhkan dana paling sedikit Rp 20 miliar. 

Itu hanya untuk pengadaan tanah saja, belum sampai ke pembangunan fisik dan lainnya. Memang, kata dia, bukan perkara mudah untuk bisa mewujudkan hal tersebut. 

Makanya, lanjut Sadli, dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) gol yang ingin dicapai untuk itu hanya sampai pembebasan lahan. ’’Targetnya memang untuk pengadaan lahan saja,’’ ungkap Sadli. 

Dia memerinci, panjang jalan yang akan dibuat sekitar 14 kilometer. Tujuannya membuka akses wilayah Pitu, Watualang, Tawun, dan menyambungkannya ke ringroad selatan. 

Dampak lainnya, jalan lingkar itu bisa jadi sarana pendukung jika Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Pitu sudah beroperasi. Dia mengatakan, kunci dari percepatan pembangunan jalan tersebut ada pada pengadaan lahan. 

Wakil Bupati (Wabup) Ony Anwar Harsono mengungkapkan, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk melanjutkan pembangunan tersebut. Makanya, pemkab berupaya menggandeng beberapa pihak untuk membantu meringankan beban anggaran daerah. 

Dia yakin, hal tersebut bisa diwujudkan. Sebab, pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan juga untuk pemerataan pembangunan akses infrastruktur daerah dan menekan angka kemiskinan daerah. 

’’Kami yakin bisa diprioritaskan program ini,’’ pungkasnya.

(mn/ian/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia