Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Terjerat Utang, Sales Mobil Tipu Kenalan, Tetangga, dan Tukang Gadai

Jumat, 05 Jan 2018 15:12 | editor : Budhi Prasetya

sales gelapkan mobil

Tersangka Galih Setiawan hanya bisa tertunduk saat press release di Polres Madiun Kota, kemarin (4/1) (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Terjerat utang di sejumlah bank membuat Galih Setiawan gelap mata. Dirinya nekad menggadaikan satu unit mobil Datsun Go milik Raden Angga Susetya. 

Lebih menjengkelkan lagi, mobil bernopol L 1464 CN itu digadaikan ke tetangganya serta seorang warga Kabupaten Madiun. Dari perbuatannya itu, pria 35 tahun itu mengeruk untung Rp 35,5 juta dari para korbannya. 

‘’Pengakuan tersangka (Galih, Red), keuntungan yang diterima untuk membayar tunggakan kredit dan utang di sejumlah bank. Totalnya sekitar Rp 54 juta,’’ kata Kanit Reskrim Polsek Taman Ipda Sakur, Kamis (4/1).

Sakur menerangkan, peristiwa bermula ketika Raden berencana menukar mobil Datsun G dengan merek lain. Korban lantas menghubungi Galih yang tak lain sales marketing di salah satu diler di Kota Madiun. 

Kepada Galih, Raden mengutarakan niatnya untuk ganti merek mobil baik secara takeover maupun melanjutkan kredit. Akal bulus Galih muncul begitu mendapat kesempatan menutup utang dengan cara instan. 

‘’Sejak saat itu, keduanya (tersangka dan korban, Red) menjalin komunikasi intens melalui telepon,” papar Sakur. 

Galih datang ke rumah Raden di Jalan Panorama, Pandean, Taman, Kamis sore (14/12). Galih meyakinkan Raden jika dia memiliki calon pembeli lokal yang berani menawar Rp 25 juta secara takeover melalui sebuah bank swasta. 

Raden akhirnya masuk perangkap Galih dan menyepakati mobil beserta STNK-nya ke tersangka. Dirinya tak merasa curiga sedikitpun terhadap Galih yang baru dikenalnya dalam hitungan bulan itu. 

‘’Setelah mobilnya dibawa, tersangka (Galih, Red) mulai sulit dihubungi,” beber Sakur. 

Usai menguasai mobil korban, Galih lantas menggadaikan ke tetangganya di Winongo seharga Rp 25 juta. Dua hari berselang, Galih kembali mendatangi rumah tetangganya itu untuk mengambil mobil. Dalihnya dikembalikan ke leasing untuk proses balik nama. 

‘’Tapi itu hanya alasan, karena mobilnya digadaikan ke orang lain dari kawasan Geger, Kabupaten Madiun, seharga Rp 17 juta,’’ papar Sakur.

Raden yang tak kunjung mendapat kejelasan terkait mobilnya pilih memolisikan Galih. Terlebih sales mobil itu terus berdalih saat ditanya kapan mobil barunya bisa diterima. 

Mendapat laporan, Polsek Taman segera melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, Galih langsung diciduk di rumahnya. 

‘’Mobilnya kami amankan di Geger. STNK R4 Datsun Go juga sudah kami amankan,” jelas Sakur. 

Akibat ulahnya, Galih dijerat pasal 378 atau 372 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan dengan ancaman hukuman penjara empat tahun. (mg10/pra)

(mn/jpr/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia