Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Ponorogo

Razia Miras, Polisi Sita 990 Liter Arjo

Jumat, 13 Apr 2018 04:30 | editor : Wawan Isdarwanto

razia miras

CAMPURAN: Miras oplosan hasil fermentasi anak tikus diamankan oleh polisi, Kamis (12/4). (Asta Yanuar/Radar Ponorogo)

PONOROGO – Persitiwa memilukan di Bandung, Jawa Barat berdampak bagi peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten Ponorogo. Polres setempat semakin getol memberangus peredaran minuman memabukkan itu. 

Polsek-polsek jajaran Polres Ponorogo didorong untuk mempersempit ruang gerak pelaku peredaran miras. Upaya tersebut bukan tanpa alasan. 

Terhitung sejak 1 Maret–12 April 2018, sebanyak 990 liter miras jenis arak jowo berhasil diamankan aparat korps baju coklat dari tujuh lokasi. Selain menyita miras yang mengandung metanol tersebut, petugas juga menetapkan tujuh pengedarnya sebagai tersangka. 

’’Kami sangkakan pasal 204 ayat 1 KUHP terhadap para tersangka penjual miras itu supaya ada efek jera,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Radiant, Kamis (12/4).

Diakuinya, Ponorogo merupakan jalur sutra peredaran miras. Sehingga sulit terpantau peredarannya. Utamanya miras yang dipasok dari Sukoharjo. 

Untuk menekannya, sebelum memasuki bulan Ramadan nanti pihaknya gencar melakukan razia dan sosialisasi. Khususnya di wilayah perbatasan. 

’’Ini sekaligus tindak lanjut dari kasus miras maut yang terjadi di Jawa Barat,’’ ujar Radiant.

Berdasar hasil pemeriksaan penyidik, miras oplosan yang diedarkan oleh para tersangka biasa dicampur dengan sejumlah bahan seperti minuman energi berbentuk serbuk. Juga diracik dengan minuman ringan berkarbonisasi dan tingkat kadar alkoholnya mencapai 25 persen hingga 40 persen. 

Radiant menambahkan, modusnya produsen menjual alkohol secara ecer kepada pengoplos miras di Ponorogo. Kemudian miras itu dijual dengan harga murah kepada konsumen sekitar Rp 20 ribu per liter. 

’’Ponorogo menjadi tempat transit (peredaran miras). Bahkan, tak jarang miras jenis arjo diedarkan di sini bergantung pesanan,’’ terang mantan kasubdit I Ditreskrimsus Polda Jatim itu.

Menurut Radiant, dampak mengonsumsi miras oplosan sangat banyak. Selain berdampak negatif bagi kesehatan, miras juga disinyalir kuat jadi pemicu tindak pidana. 

Bahkan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Sepanjang Januari–Maret lalu, tercatat ada tiga kasus lakalantas yang dipicu karena pengaruh alkohol.

(mn/her/isd/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia