Selasa, 20 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Peristiwa

Hantam Guard Rail, Elf Terguling di Tol Klitik-Wilangan

Senin, 16 Apr 2018 04:00 | editor : Budhi Prasetya

LAKA TUNGGAL : Mikrobus Elf terguling di Km 604 tol Klitik-Wilangan usai menghantam guard rail akibat pecah ban kanan belakang. 

LAKA TUNGGAL : Mikrobus Elf terguling di Km 604 tol Klitik-Wilangan usai menghantam guard rail akibat pecah ban kanan belakang.  (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun )

MADIUN - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas tol. Kali ini Sebuah mikrobus Elf nopol N 7241 UE terguling di Km 604 Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, sekitar pukul 09.00 Wib Minggu (15/4) kemarin. 

Meski tidak ada korban jiwa, insiden tersebut membuat delapan penumpangnya dilarikan ke RS Ibrahim dan RSUD Kota Madiun. Beruntung, Marsiah, 57; Slamet, 39; Abdul Qodir, 48; Eko Purwanto, 26; Isngaisah, 40; Suparmi, 40; dan Amudji Sampurno, 40, hanya shock dan luka ringan. 

‘’Saat kencang-kencangnya, ban kanan belakang Elf itu pecah lalu oleng ke kiri hingga membentur guard rail,’’ tutur Kanit Laka Lantas Polres Madiun Ipda Lendra Dwi Jaya. 

Mikrobus tersebut, lanjut Lendra, dikemudikan Sugeng Haryanto, 42, warga Desa Gelem, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Kendaraan roda empat warna putih itu melaju dari arah timur. 

‘’Laju kendaraan yang semula di lajur 2 oleng hingga ke lajur 1. Setelah membentur guard rail terguling ke sisi kanan,’’ tegasnya memastikan seluruh penumpang selamat. 

Sesaat setelah kejadian, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di jalan bebas hambatan yang masih bebas tarif tersebut. 

Petugas juga harus mengevakuasi bodi kendaraan yang terguling itu. Sebab, posisi mobil berkapasitas besar itu hampir seluruh badan jalan di lajur 1. 

‘’Jika tak segera dipinggirkan jelas mengganggu kelancaran lalu lintas,’’ tegas Lendra. 

Tergulingnya elf kali ini menambah panjang daftar kecelakaan di jalan bebas hambatan yang baru saja diresmikan pada akhir Maret lalu. Kendati tak sampai menjatuhkan korban jiwa, tetap saja kecelakaan itu tergolong berbahaya. 

‘’Kondisi jalan arteri dengan tol itu berbeda. Tingkat kerawanannya juga berbeda. Cek dulu kondisi kendaraan sebelum jalan,’’ imbaunya.

(mn/bel/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia