Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Ekonomi Seret, Emak - Emak Nekat Mencopet

Senin, 16 Apr 2018 05:00 | editor : Budhi Prasetya

PASRAH:Pelaku pencopetan di pasar Tulakan hanya bisa tertunduk saat menjawab pertanyaan penyidik

PASRAH:Pelaku pencopetan di pasar Tulakan hanya bisa tertunduk saat menjawab pertanyaan penyidik (Sugeng Dwi Nurcahyo/Radar Pacitan)

PACITAN – Tak nampak adanya rasa bersalah di wajah SS. Warga dusun Tleken, Desa Gunungsari, Kecamatan Arjosari Pacitan itu malah tersenyum-senyum saat di introgasi polisi. 

Padahal dirinya kedapatan menyopet di Pasar Tulakan Minggu (15/4) sekitar pukul 18.15 Wib. Aksi tak terpujinya itu dipergoki korban dan para pedagang yang ada di pasar tradisonal  itu. 

“Tadinya waktu mau membayar tapi tas saya seperti ada yang pegang-pegang,” ujar korban pencopetan, Muji Rahayu.

Ia mengungkap dirinya tak menyadari jika sedari masuk kepasar ia menjadi target sang pelaku. Hinga saat di depan penjual terasa tas yang dibawanya seperti di obok-obok. 

Pun saat ia menoleh ke belakang, warga dusun Papar, Desa Jatigunung Tulakan itu mendapati SS tengah mengambil dan membawa dompet miliknya. 

“Itu ada orang lain juga yang tau, terus teriak copet dan langsung di lihat banyak orang,” jelasnya

Beruntung para pedagang dan pembeli yang ada di pasar berhasil meredam emosi mereka hingga SS tak menjadi samsak hidup para warga. Petugas pasar yang saat itu tengah berjaga langsung mengamankannya ke polsek untuk ditindaklanjuti. 

Aiptu Suryanto Kanitreskrim Polset Tulakan membenarkan persitiwa pencopetan di Pasar Tradisional Tulakan tersebut. Pun dari hasil pemeriksaan diketahui jika SS merupakan residivis kasus yang sama di luar kota. 

“Berdasar keterangan yang kita gali pelaku sempat ditahan dua bulan,” terang Aiptu Suryanto.

Berdasar introgasi, himpitan ekonomi diduga menjadi dasar kejadian tersebut. Suryanto mengungkap jika SS memiliki 5 orang anak yang salah satunya masih sekolah dasar. 

Selain itu, dirinya mengungkapkan jika aksi pelaku sudah memiliki niat jahat sedari awal alias bukan tindakan spontan. Dugaan ini bukan tanpa sebab. 

SS bertempa ttinggal di Kecamatan Arjosari yang berjarak lebih dari 20 km dari tempat kejadian perkara (TKP). Jarak yang lumayan jauh jika hanya sekedar berbelanja kebutuhan rumah. 

“Pelaku berangkat dari rumah pukul 07.00 ke pasar tulakan naik bus,” jelasnya

Pun diketahui, SS telah mengincar korbannya jauh sebelum masuk pasar. Pelaku mencari target sasaran di depan pasar atau area pelataran. 

Petugas mengamankan barang bukti yakni satu buah dompet beserta isinya. Antara lain uang tunai 302 ribu rupiah, ATM, Buku tabungan, KTP serta dua cincin yang masing-masing seberat 1.2 dan 0.5 gram. 

“Jika di total kerugian materialnya mencapai 1.5 juta,” imbuhnya. 

Semetara itu, Maryati salah seorang pedagang mengungkap jika kejadian semacam itu bukan kali pertama. Serupa beberapa waktu lalu terdapat kasus penjambretan kalung salah seorang anak kecil di depan pasar. 

(mn/jpr/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia