Selasa, 20 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Peristiwa

Diterjang Angin Kencang, Pithut Tekor Rp 800 Juta 

Selasa, 24 Apr 2018 04:00 | editor : Budhi Prasetya

bencana magetan

TEKOR: Atap bangunan bakal kandang ayam milik Suparni alias Pithut di Ngariboyo ambruk disapu angin kencang, Minggu (22/4). (Andi Chorniawan/Radar Magetan )

MAGETAN – Siapa sangka hembusan angin membuat Suparni, warga Desa/Kecamatan Ngariboyo, Magetan, harus menanggung rugi ratusan juta rupiah. Bangunan bakal kandang ayam miliknya porak poranda diterjang angin kencang. 

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun, Pithut –sapaan Suparni – tekor hingga Rp 800 juta. ‘’Pembangunannya dimulai sekitar dua bulan lalu. Progresnya sudah 70 persen,’’ kata Pithut, Minggu (23/4).

Peristiwa ambruknya atap bakal kandang itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wib, Minggu (22/4). Pithut mengaku tidak tahu menahu kronologinya lantaran saat kejadian tidak berada di rumah. 

Pun jarak rumah dengan bangunan kandang miliknya beda RT. Agen elpiji tiga kilogram ini mendapat informasi tersebut dari tetangganya. Lokasi kandang tepat di belakang toko elpiji. 

‘’Meski sebentar, anginnya kencang sekali. Setelah itu baru turun hujan deras,’’ ungkapnya. 

Bangunan tersebut berada di lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi di tengah area persawahan. Hampir seluruh atap asbes nyaris rata dengan tanah. 

Tiang besi penyangga yang dicor pada fondasi banyak yang patah. Sepeda motor Yamaha Vixion juga tertimpa atap. 

‘’Itu motor pekerja bangunan. Memang ada sebagian motornya ditinggal di sini,’’ papar Pithut. 

Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas pembangunan lantaran Minggu libur. Pun toko elpijinya tutup. Sehingga, tidak ada aktivitas jual beli. 

‘’Nanti tentu akan kami perbaiki,’’ ujarnya. 

Terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Fery Yoga Saputra membenarkan jika saat itu angin berembus cukup kencang. 

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya, kecepatannya mencapai 30 kilometer per jam. 

‘’Di Maospati ada warung yang atapnya tersingkap,’’ ungkapnya. 

Fery menjelaskan, berdasar informasi BMKG, bulan (April) ini memang memasuki masa peralihan dari musim penghujan ke kemarau. Itu ditandai guyuran hujan dan angin kencang secara sporadis. 

‘’Belakangan ini kan cuacanya panas. Kalaupun hujan, hanya berlangsung sebentar,’’ bebernya. (cor/c1/sat)

(mn/cor/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia