Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Peristiwa
Pilgub jatim

Hasil Survei Terbaru Unair, Gus Ipul Tetap Ungguli Khofifah

Kamis, 31 May 2018 03:00 | editor : Budhi Prasetya

Gus Ipul-Mbak Puti

EL CALSICO: Paslon gubernur-wagub Jatim nomor urut 2 Gus Ipul-Mbak Puti tetap unggul dari rivalnya (Istimewa)

SURABAYA – Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 ketat dan dinamis. Berdasarkan hasil survei terbaru Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (Puskep) FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, elektabilitas pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Mbak Puti) unggul 47,25 persen dibanding duet paslon Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto 42,25 persen. Adapun yang belum menentukan pilihan sebesar 10,5 persen.

‘’Pertarungan dua kandidat antara Bu Khofifah dan Gus Ipul memang selalu ketat, meski saat ini Gus Ipul masih unggul. Pertarungan ini ibarat el clasico kalau di Liga Spanyol, selalu ketat dan mendebarkan sampai akhir laga,’’ kata Direktur Puskep FISIP Unair Putu Aditya.

Dari sisi popularitas, Gus Ipul meraup 97,96 persen, sedangkan Khofifah 90,1 persen. Untuk posisi cawagub, perbedaan popularitas Emil dan Mbak Puti cukup tipis. Popularitas Emil 85,1 persen dibanding Puti 84,5 persen.

Dia menambahkan, dari aspek geografis, pemilih Gus Ipul-Mbak Puti terkonsentrasi di kawasan Arek (Surabaya dan sekitarnya serta Malang Raya), Tapal Kuda (Pasuruan ke arah timur Jatim), dan Mataraman dalam (kawasan barat Jatim). ‘’Keunggulan terbesar pasangan nomor urut 2 ini ada di Tapal Kuda,’’ ujar Putu.

Adapun pendukung Khofifah-Emil banyak berada di Mataraman pesisir (Tuban, Lamongan, Gresik) dan Madura. ‘’Kontribusi suara dari Madura ke Khofifah 55,9 persen,’’ sebut Putu.

Putu mengatakan, survei juga memotret penerimaan masyarakat terhadap program atau janji kerja kedua paslon. Program Khofifah-Emil dinilai realistis oleh 37,6 persen responden, sedangkan 33,1 persen menyatakan tidak realistis. Sisanya menyatakan tidak tahu.

Duet Gus Ipul-Mbak Puti, lanjut Putu, sebanyak 46,4 persen responden menyatakan program keduanya realistis untuk dilaksanakan, 30,4 persen menyatakan tidak realistis, dan sisanya menyatakan tidak tahu. 

‘’Artinya, penerimaan publik terhadap program Gus Ipul-Mbak Puti lebih bagus dibanding Khofifah-Emil. Hal ini terkait skema program Gus Ipul-Mbak Puti yang lebih simpel dan langsung menjawab masalah di lapangan. Berbeda dengan Khofifah-Emil yang mungkin secara retorika bagus, tapi justru tidak dipahami dengan baik oleh publik karena dinilai mengawang-awang dan cenderung teoritis,’’ papar akademisi FISIP Unair tersebut.

Dia menambahkan, meski saat ini Gus Ipul-Mbak Puti unggul, masih ada sisa waktu sekitar sebulan ke depan yang bisa dimanfaatkan masing-masing kandidat. ‘’Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi krusial sebagai titik tentu kemenangan, karena praktis pasca-Lebaran masyarakat sibuk dengan aktivitas keluarganya masing-masing, apalagi ada libur bersama yang lumayan panjang. Jadi, strategi kedua kandidat selama Ramadan hingga Lebaran ini akan sangat menentukan,’’ ujarnya.

Survei tersebut digelar 12—19 Mei 2018 di 38 kabupaten/kota seluruh Jatim dengan jumlah responden 800 orang. Survei ini memiliki margin of errordua persen dengan tingkat kepercayaan 98 persen.

(mn/jpr/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia