alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Sangat Baik

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Berbagai kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional diyakini telah berada di track yang benar. Indikasinya, hal itu terlihat pada beberapa leading indicator perekonomian yang membaik seiring melandainya kasus korona di Indonesia. Penanganan krisis kali ini juga lebih baik daripada krisis 1997-1998 dan 2008.

Dari upaya akselerasi pelaksanaan vaksinasi, hingga 31 Desember 2021 tercatat dari 208,26 juta target vaksinasi telah dilakukan penyuntikan dosis satu kepada 161,32 juta penduduk atau 77,46 persen. Sedangkan vaksinasi dosis dua sudah menjangkau 113,85 juta penduduk atau 54,67 persen. Sementara, vaksinasi dosis tiga telah diberikan kepada 1,29 juta penduduk atau 87,75 persen. Upaya vaksinasi juga sudah diperluas dan diakselerasi bagi kelompok anak-anak usia 6 hingga 11 tahun.

Dari sisi pemulihan ekonomi, indeks keyakinan konsumen Indonesia sudah berada di atas 100, yakni pada angka 118,5. Ekspor Indonesia pada kuartal III 2021 naik 29,16 persen. Sedangkan impor naik 30,11 persen. Indonesia juga memiliki cadangan devisa yang cukup tinggi, yaitu di atas USD 140 miliar dan neraca perdagangan secara akumulatif surplus USD 34,32 miliar. “Penanganan krisis akibat Covid-19 dalam satu tahun sudah bisa recover, sehingga ini memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi kita masih sangat baik,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Special Report Berita Satu TV, Jumat (31/12).

Baca Juga :  Kemenko Perekonomian Puji Pengembangan Hortikultura Kota Madiun

Hal tersebut juga diakui World Bank yang menilai bahwa saat ini Indonesia memiliki kebijakan fiskal yang prudent dan kebijakan moneter yang tepat. Termasuk reformasi struktural yang dilakukan secara masif sehingga dapat menarik investor. ‘’Dibandingkan dengan berbagai emerging countries, Indonesia juga stand out karena tiga kebijakan tersebut,’’ lanjut Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga menyebut bahwa kembalinya indeks saham menjadi suatu hal yang sangat positif. Apalagi sebagian besar nasabahnya adalah sektor retail atau individual. “Sehingga pasca-Covid-19 ini pasar modal secara struktur lebih kuat. Ditambah lagi kita sudah punya sovereign wealth fund yang diberi modal oleh pemerintah. Ini yang menjadi buffer bagi capital market ke depan,’’ ujar Airlangga.

Terkait investasi, kata Airlangga, beberapa hal yang dilakukan pemerintah dalam proyek strategis nasional telah mendorong masuknya investasi lebih dari Rp 5.000 triliun. Sementara, dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus, terutama di sektor yang pertumbuhannya tinggi selama pandemi seperti Nongsa Digital Park maupun sektor renewable energy seperti solar farm, juga diminati banyak investor.

Sementara, terkait kebijakan The Fed, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki buffer untuk menahan karena selama ini tingkat suku bunga di Indonesia relatif delta-nya tinggi. ‘’Jadi, kita harus tetap berbasis pada fundamental yang sifatnya regional sentimen,’’ pungkasnya. (don/isd/adv)

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Berbagai kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional diyakini telah berada di track yang benar. Indikasinya, hal itu terlihat pada beberapa leading indicator perekonomian yang membaik seiring melandainya kasus korona di Indonesia. Penanganan krisis kali ini juga lebih baik daripada krisis 1997-1998 dan 2008.

Dari upaya akselerasi pelaksanaan vaksinasi, hingga 31 Desember 2021 tercatat dari 208,26 juta target vaksinasi telah dilakukan penyuntikan dosis satu kepada 161,32 juta penduduk atau 77,46 persen. Sedangkan vaksinasi dosis dua sudah menjangkau 113,85 juta penduduk atau 54,67 persen. Sementara, vaksinasi dosis tiga telah diberikan kepada 1,29 juta penduduk atau 87,75 persen. Upaya vaksinasi juga sudah diperluas dan diakselerasi bagi kelompok anak-anak usia 6 hingga 11 tahun.

Dari sisi pemulihan ekonomi, indeks keyakinan konsumen Indonesia sudah berada di atas 100, yakni pada angka 118,5. Ekspor Indonesia pada kuartal III 2021 naik 29,16 persen. Sedangkan impor naik 30,11 persen. Indonesia juga memiliki cadangan devisa yang cukup tinggi, yaitu di atas USD 140 miliar dan neraca perdagangan secara akumulatif surplus USD 34,32 miliar. “Penanganan krisis akibat Covid-19 dalam satu tahun sudah bisa recover, sehingga ini memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi kita masih sangat baik,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Special Report Berita Satu TV, Jumat (31/12).

Baca Juga :  Tahun 2022, Pemerintah Pertahankan Keseimbangan Penanganan Pandemi dan PEN

Hal tersebut juga diakui World Bank yang menilai bahwa saat ini Indonesia memiliki kebijakan fiskal yang prudent dan kebijakan moneter yang tepat. Termasuk reformasi struktural yang dilakukan secara masif sehingga dapat menarik investor. ‘’Dibandingkan dengan berbagai emerging countries, Indonesia juga stand out karena tiga kebijakan tersebut,’’ lanjut Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga menyebut bahwa kembalinya indeks saham menjadi suatu hal yang sangat positif. Apalagi sebagian besar nasabahnya adalah sektor retail atau individual. “Sehingga pasca-Covid-19 ini pasar modal secara struktur lebih kuat. Ditambah lagi kita sudah punya sovereign wealth fund yang diberi modal oleh pemerintah. Ini yang menjadi buffer bagi capital market ke depan,’’ ujar Airlangga.

Terkait investasi, kata Airlangga, beberapa hal yang dilakukan pemerintah dalam proyek strategis nasional telah mendorong masuknya investasi lebih dari Rp 5.000 triliun. Sementara, dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus, terutama di sektor yang pertumbuhannya tinggi selama pandemi seperti Nongsa Digital Park maupun sektor renewable energy seperti solar farm, juga diminati banyak investor.

Sementara, terkait kebijakan The Fed, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki buffer untuk menahan karena selama ini tingkat suku bunga di Indonesia relatif delta-nya tinggi. ‘’Jadi, kita harus tetap berbasis pada fundamental yang sifatnya regional sentimen,’’ pungkasnya. (don/isd/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/