alexametrics
23.7 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Aplikasi SRIGATI, Permudah Layanan Administrasi Desa di Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pengurusan administrasi kependudukan dan kepolisian di Ngawi kini tidak lagi ribet. Pemkab menyederhanakan pelayanannya di tingkat pemerintahan desa (pemdes) melalui aplikasi Sistem Administrasi Desa Terintegrasi (Srigati).

Perangkat lunak yang dikembangkan dinas komunikasi informatika (kominfo), statistik, dan persandian itu di-launching kemarin (2/2). ‘’Bentuk komitmen pemkab memberikan pelayanan masyarakat yang lebih mudah dan cepat,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Kamis (3/2).

Ony mengatakan, warga tidak perlu repot mendatangi balai desa untuk mengurus surat kependudukan atau kepolisian. Warga tinggal menginput data pada aplikasi. Selanjutnya surat yang dibutuhkan bisa langsung dicetak. Apalagi, penggunanya dapat mengakses sejumlah informasi publik. ‘’Seperti data statistik penduduk dan keuangan pemerintah,’’ ujarnya.

Di sisi lain, pemkab berupaya memenuhi program reformasi birokrasi lantaran masuk dalam monitoring centre for prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu memberi arahan agar memiliki aplikasi yang terintegrasi pengelolaan dana desa. ‘’Memudahkan monitoring dana desa serta akuntabilitasnya semakin baik setiap tahunnya,’’ tutur bupati.

Baca Juga :  Satpol PP Ngawi Belajar Kelola DBHCHT

Ony mengklaim data yang disajikan akurat dan update. Sebab, setiap pemdes memiliki operator yang sebelumnya bertugas mengelola website desa. ‘’Peningkatan dan pendampingan operator rutin dilakukan,’’ ucapnya.

Kepala Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Ngawi Wahyu Sri Kuncoro menuturkan, aplikasi Srigati wujud penyelesaian masalah di masyarakat. Pemdes dituntut berinovasi memberikan pelayanan yang efisien dan efektif seiring berkembangnya zaman. ‘’Syukur-syukur tidak perlu tanda tangan basah dari kepala desa, cukup tanda tangan digital dengan barcode,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her/adv)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pengurusan administrasi kependudukan dan kepolisian di Ngawi kini tidak lagi ribet. Pemkab menyederhanakan pelayanannya di tingkat pemerintahan desa (pemdes) melalui aplikasi Sistem Administrasi Desa Terintegrasi (Srigati).

Perangkat lunak yang dikembangkan dinas komunikasi informatika (kominfo), statistik, dan persandian itu di-launching kemarin (2/2). ‘’Bentuk komitmen pemkab memberikan pelayanan masyarakat yang lebih mudah dan cepat,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Kamis (3/2).

Ony mengatakan, warga tidak perlu repot mendatangi balai desa untuk mengurus surat kependudukan atau kepolisian. Warga tinggal menginput data pada aplikasi. Selanjutnya surat yang dibutuhkan bisa langsung dicetak. Apalagi, penggunanya dapat mengakses sejumlah informasi publik. ‘’Seperti data statistik penduduk dan keuangan pemerintah,’’ ujarnya.

Di sisi lain, pemkab berupaya memenuhi program reformasi birokrasi lantaran masuk dalam monitoring centre for prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu memberi arahan agar memiliki aplikasi yang terintegrasi pengelolaan dana desa. ‘’Memudahkan monitoring dana desa serta akuntabilitasnya semakin baik setiap tahunnya,’’ tutur bupati.

Baca Juga :  Kang Woto Mengajar Gunakan Bahasa Inggris

Ony mengklaim data yang disajikan akurat dan update. Sebab, setiap pemdes memiliki operator yang sebelumnya bertugas mengelola website desa. ‘’Peningkatan dan pendampingan operator rutin dilakukan,’’ ucapnya.

Kepala Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Ngawi Wahyu Sri Kuncoro menuturkan, aplikasi Srigati wujud penyelesaian masalah di masyarakat. Pemdes dituntut berinovasi memberikan pelayanan yang efisien dan efektif seiring berkembangnya zaman. ‘’Syukur-syukur tidak perlu tanda tangan basah dari kepala desa, cukup tanda tangan digital dengan barcode,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/